Nasional

Pesan Khusus Gubernur Akmil di Tahun Politik

MAGELANG - Tahun 2019, masyarakat Indonesia dari berbagai pulau akan melaksanakan pesta demokrasi secara serentak. Aparatur negara diharapkan bisa menjalani tahun politik tersebut secara netral. Gubernur Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah memiliki pesan khusus untuk taruna / taruni menyikapi kondisi itu.

"Kita ketahui bersama, bahwa menjelang pemilihan umum Capres-Cawapres pada April 2019, eskalasi suhu politik secara nasional cenderung mengalami peningkatan. Untuk itu, selaku Gubernur Akademi Militer saya menekankan kepada segenap prajurit dan taruna/ taruni untuk selalu memegang teguh komitmen netralitas dan jati diri TNI dengan tidak terlibat politik praktis," kata Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Eka Wiharsa saat upacara 17 an di Lapangan Pancasila Akademi Militer Magelang, Senin (17/9/2018).

Hadir pada kesempatan itu para Pejabat Distribusi, Kabalak, Seluruh Organik Akmil Militer dan Pns Akmil serta taruna/ taruni Akmil. Pesan ini sesuai dengan instruksi Panglima TNI nomor Ins/1/XII/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang pedoman netralitas TNI sebagai penjabaran maupun pelaksanaan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, dalam pemilu dan pemilukada. Termasuk dalam pilpres-cawapres 2019.

"Khusus kepada warga Akademi Militer yang memiliki hak pilih, yaitu PNS dan keluarganya, termasuk juga istri dan anak anggota prajurit, agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan tidak golput," tegasnya.

Menurut dia, golput adalah sikap yang tidak bertanggung jawab. Mengingat keberhasilan pilpres-cawapres sangat menentukan masa depan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kedepan.

Pesan Menggunakan Media Sosial

Selain itu, gubernur juga memberikan pesan khusus tentang penggunaan media sosial. Peran media sosial, kata dia, sangat dibutuhkan dalam menunjang tugas-tugas kedinasan maupun pribadi. Penggunaan media sosial oleh prajurit TNI dan keluarganya, sedikit banyak telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat dunia tentang TNI.

"Pada saat yang sama, pemanfaatan media sosial oleh prajurit TNI juga dapat meningkatkan kepekaan, kepedulian dan wawasan prajurit terhadap perkembangan dan dinamika situasi di seantero dunia. Namun karena sifatnya yang terbuka dan merupakan ruang publik yang mudah diakses oleh siapa saja dan jika tidak dilakukan dengan benar, cermat dan waspada," urainya

Dengan demikian, penggunaan sarana media sosial juga dapat berdampak buruk, bahkan dapat membahayakan bagi diri pribadi maupun satuan. Terdapat beberapa hal tentang bagaimana berkomunikasi di media sosial yang tidak bertentangan dengan norma dan aturan kedinasan.

Ia menegaskan, berpikirlah tentang siapa saja yang bisa membaca akun media sosial. Pengaturan pengamanan akun pribadi dapat disesuaikan dan diaplikasikan ke semua jenis jaringan media sosial.

"Jangan sekali-kali memposting (menyertakan) data pribadi yang sifatnya rahasia. Seperti alamat, nomor telepon, nomor rekening bank dan sebagainya. Hal ini dapat memicu kalian, teman dan keluarga menjadi sasaran tindak kejahatan," urainya.

Perilaku yang diperbolehkan dalam penggunaan media sosial diantaranya, semua personel di lingkungan TNI harus tetap berpedoman pada nilai-nilai dasar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. TNI harus senantiasa setia kepada NKRI dan menjaga rahasia tentara sekeras-kerasnya.

Pada saat offline (tidak terkoneksi dengan internet) atau online (terkoneksi internet), ketika berdinas maupun tidak, dimanapun dan kapanpun hendaknya bertindak sesuai norma hukum, benar dan profesional.

"Pastikan kalian selalu menggunakan bahasa yang santun sesuai norma kepantasan sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya," tandasnya.

Sebelum mengakhiri amanat, gubernur menyampaikan pesan khusus kepada taruna/ taruni tingkat III dikarenakan taruna/ taruni tingkat IV saat ini sedang melaksanakan pendidikan kecabangan perwira. Yaitu, mulai 6 Agustus 2018 yang lalu sampai dengan 22 Desember 2018. Taruna/ taruni dinilai sudah senior di kesatrian ini.

"Tunjukkan kepada yunior kalian, bahwa kalian memang pantas menyandang predikat taruna/ taruni 'senior' yang dapat dijadikan figur dan tauladan bagi adik-adikmu. Jauhkan diri kalian dari sifat anarkis, ciptakan suasana kehidupan Korps Taruna yang harmonis dan mendidik secara positif diantara para taruna/ taruni," jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?