Nasional

Strategi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hadapi Revolusi Industri 4.0

SURABAYA - Beberapa pihak memiliki cara tersendiri untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Meningkatnya revolusi industri 4.0 penting untuk mengatur strategi dalam pendidikan karakter. Tujuan dari karakter adalah untuk meningkatkan akhlak mulia.

"Ancaman nyata tentang kurangnya pendidikan karakter adalah banyak terjadi kekerasan, sentimen agama, gaya hidup berlebihan, hingga pornografi," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Saiful Rachman MM.

Saiful juga mengatakan, sekolah di Jatim sudah mengikuti perkembangan industri 4.0 dalam hal teknologi. Salah satunya yakni ujian nasional saat ini yang sudah menggunakan komputer.

"Hampir keseluruhan di Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan ujian nasional tidak lagi menggunakan kertas (paperless, red)," jelas kepala dinas provinsi terbaik se-Indonesia ini.

Saiful mengatakan, pentingnya penumbuhan nilai karakter dengan cara olah hati, olah raga, olah pikir, dan olah karsa. Ini mampu menyebabkan tumbuhnya karakter religius, jujur, toleransi, komunikatif, peduli sosial, hingga tanggung jawab.

"Setelah itu diperlukan penguatan nilai utama karakter yakni religius, integritas, gotong royong, mandiri, dan nasionalis seperti bagusnya nilai kerja sama, disiplin, dan tanggung," ujarnya.

Saiful juga mengatakan, pentingnya pembudayaan karakter di sekolah seperti pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah mulai masa orientasi hingga kelulusan. Pembiasaan dimulai dari pembiasaan harian seperti mengucapkan salam dan cium tangan.

"Hingga pembiasaan tahunan seperti kerja bakti hingga menyelenggarakan forum diskusi agar karakter anak dapat tumbuh," jelasnya.

Ia menyampaikan itu saat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur menggelar Seminar Nasional bertajuk Strategi Pembangunan Nasional Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Gedung Rektorat ITS. Seminar yang dibuka Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD ini menghadirkan dua pembicara utama. Yaitu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) Prof Sri Adiningsih dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Saiful Rachman MM. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?