Tokoh

Pegiat Literasi Patut Diteladani Masyarakat

TEGAL - ATAS kiprahnya yang patut diteladani, sejumlah pegiat literasi dari Jawa Tengah diundang untuk menghadiri puncak peringatan Hari Aksara Internasional tingkat pusat di Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka juga mendapat penghargaan dari pemerintah.

Adalah Dr. Yusqon pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti, Tegal Jawa Tengah merupakan salah satu pegiat literasi yang diundang di acara tersebut.

Saat ditemui, Dr. Yuqon sedang bersama sejumlah pedagang asongan dan awak bus berkumpul di ruang baca di kompleks Terminal Kota Tegal. Mereka sedang menggelar acara makan bersama. Nasi dan lontong tersaji bersama lauk sate ayam. Makan bersama itu terasa berbeda.

Bukan semata santap siang, tapi juga sekaligus sebagai syukuran atas penghargaan kepada TBM Sakila Kerti dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Deli Serdang, 8 September 2018. Dr. Yusqon mendapat hadiah berupa sepeda motor atas dedikasinya dalam mengentaskan buta aksara di Kota Tegal.

Sinergi yang baik antara TBM itu dan Pemkot Tegal juga mengantarkan Plt Wali Kota Tegal M. Nursholeh menerima Anugerah Aksara yang diberikan oleh Mendikbud Muhadjir Effendi. Nama Yusqon tak asing di kalangan warga sekitar Terminal Bus Kota Tegal. Itu bermula ketika dia mendirikan TBM Sakila Kerti pada 2011 silam.

Warga yang mencari nafkah di terminal seperti pengasong, pedagang, dan awak bus merasa terbantu karena mendapat pembelajaran untuk membaca, menulis, dan berhitung. Tak hanya membuat banyak orang melek aksara, kegigihan Yusqon mengantarkan TBM yang kini berkembang menjadi Sekolah Terminal Kejar Paket A, B, dan C itu berhasil memperoleh beberapa penghargaan tingkat lokal dan nasional.

Guru ekonomi SMK 2 Tegal yang meraih gelar doktor di Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu berkisah, dia mendirikan TBM Sakila Kerti setelah menyelesaikan disertasi tentang long life education.

Walikota Tegal kala itu, Ikmal Jaya, menginginkan agar ilmu yang dimiliki Yusqon bisa diterapkan dan bisa membawa manfaat bagi warga di kompleks terminal.

“Ketika itu, Walikota Ikmal mencanangkan Tegal Kota Cerdas, dan didirikanlah TBM di terminal. Awalnya, program kami adalah mengajak warga terminal agar gemar membaca,” kenang Yusqon.

Langkah itu bukan tanpa halangan. Banyak yang memandang sebelah mata. Namun Yusqon terus mencoba. Akhirnya, dibantu beberapa pengasong, upayanya mulai menuai respons positif.

Pada 2017, saat perkembangan TBM semakin meningkat, dibukalah sekolah terminal yang melayani kegiatan belajar mengajar untuk Kejar Paket A, B, dan C. Bahkan, Yusqon juga menyusun modul belajar bagi warga yang tidak bisa datang langsung ke TBM.

“Potensi belajar mereka tinggi, tapi sebagian tidak bisa datang lantaran sibuk berjualan atau menjaga warung. Karena itu kami bagikan modul berjalan,” kata dia.

Saat ini, ada belasan warga yang belajar di TBM. Bahkan tahun 2018 TBM telah meluluskan enam pengasong melalui Kejar Paket A. Yusqon yang dibantu pengasong juga aktif menyambangi warung-warung untuk menitipkan buku bacaan. Kadang dia bersepeda, keliling menjajakan buku baca gratis.

TBM juga mendapat dukungan dari Pemkot Tegal, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan sebagai pengelola terminal. Pria kelahiran Tegal 9 April 1969 itu berharap, eksistensi TBM terus berjalan sampai kapan pun.

“Semoga bisa berkesinambungan. Jangan labil. Karena itu saya melibatkan warga terminal untuk regenerasi,” harapnya.

Sebelum ini, Yusqon dan TBM Sakila Kerti juga pernah meraih penghargaan lain, diantaranya guru dan kepala sekolah teladan, serta TBM Aktif Rekreatif 2012 dari Kemendikbud.

“Kami juga menerima anugerah inovator layanan pendidikan dari KemenPAN-RB yang akan diserahkan pada 19 September nanti di Surabaya,”ucap Yusqon.

 

Slamet Sularto SKB Purwokerto

Pegiat literasi lainnya yang mendapat penghargaan di Deli Serdang dari Kemendikbud adalah Slamet Sularto, Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwokerto. Penataan manajemen kelembagaan yang fokus pada upaya peningkatan kualitas dan kuantitas program membawa institusi itu, menjadi peraih anugerah kategori SKB unggulan.

Slamet mengatakan, manajemen kelembagaan merupakan salah satu kunci yang harus mendapatkan perhatian serius dalam mengembangkan lembaga pendidikan nonformal, khususnya SKB, agar maju dan unggul. Berkat manajemen yang dilakukan, dia berhasil meraih Juara I Apresiasi Kepala SKB Tingkat Nasional Tahun 2014, juga menerima Satya Lencana Pendidikan dari Presiden RI Joko Widodo tahun 2016 lalu.

Kepala SKB Purwokerto Jawa Tengah, Slamet Sularto saat menerima anugerah Satya Lencana Pendidikan Tahun 2016 dari Presiden RI, Joko Widodo. (Foto:Net)

Menurut Slamet, saat ini SKB Purwokerto memiliki sejumlah program layanan pendidikan. Mulai program untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan kesetaraan, kursus, pelatihan, hingga kerja sama.

“Khusus PAUD, kami memiliki kelompok bermain yang sudah terakreditasi B. Kemudian layanan pendidikan Paket C sudah terakreditasi A,'' ujarnya.

Selain itu, layanan pendidikan dan pelatihan tata busana yang diselenggarakan lembaganya juga telah terakreditasi. Bahkan lembaga yang mendapatkan penghargaan sebagai penyelenggara PAUD terbaik tingkat nasional tahun 2017 itu, juga ditetapkan sebagai tempat uji kompetensi program layanan pendidikan dan pelatihan tata busana.

Tak hanya pada tata busana, lembaga ini juga ditunjuk sebagai tempat uji kompetensi bidang keahlian komputer. Dalam program kesetaraan, SKB Purwokerto juga merupakan satu-satunya lembaga yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kesetaraan mandiri di Kabupaten Banyumas.

Dalam penilaian yang dilakukan tim penilai dari Kemendikbud melalui Pusat Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Jawa Tengah, SKB Purwokerto mendapatkan nilai tertinggi. Sehingga, diusulkan ke Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas untuk memperoleh penghargaan.

Keberadaan SKB Purwokerto yang maju dan memiliki sejumlah prestasi tersebut membuat lembaga itu, ditetapkan Kemendikbud sebagai tempat magang bagi 45 kepala SKB se-Indonesia, 28 Juli-4 Agustus 2018 lalu.

Setelah dilakukan penilaian, SKB Purwokerto dinobatkan sebagai penerima apresiasi kelembagaan kategori SKB unggulan. ''Sebagai bentuk apresiasi, kami juga mendapatkan hadiah mobil TBM (Taman Bacaan Masyarakat) dari Kemendikbud yang berasal dari BRI Peduli,'' katanya.

 

Siedoo/NSK

Apa Tanggapan Anda ?