Nasional

ITB Atasi Fasilitas Air Bersih di Lombok

LOMBOK - Tim satgas Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat (ITB) melakukan survey penyebaran fasilitas air bersih di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hasil survey tim satgas ITB kemungkinan besar diatas 95% sumur di Lombok Utara mengalami ‘pemasiran’. Kondisi pasir yang naik ke permukaan tersebut menyebabkan submersible pump tersendat atau macet akibat abrasi pasir sehingga perlu pengeboran lagi untuk mendapatkan air.

Insya Alloh kita ITB dengan LPPM akan nge-bor lebih banyak lagi,” ujar Dr. Bagus Endar, tim dari Satgas ITB.

Pemulihan pasca bencana gempa Lombok masih terus dilakukan. Diantaranya pembersihan puing di beberapa daerah terdampak, pemulihan tempat hunian masyarakat, serta pembangunan sarana prasarana vital untuk kebutuhan air bersih dan sanitasi untuk membangkitkan kembali Lombok.

Satgas ITB Peduli Lombok kembali menggelar rapat koordinasi yang dihadiri anggota tim Pusat maupun Pusat Penelitian ITB di Gedung CRCS. Rapat yang dihadiri Pusat Penelitian Mitigasi Bencana, Pusat Penelitian Infrastruktur dan Kewilayahan, Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR) dan KK Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota, ini membahas bantuan selanjutnya.

Sumur bor direncanakan akan dibuat di lokasi yang berdekatan dengan fasilitas kesehatan yang akan dibangun BNPB. Pengeboran sumur selanjutnya dilakukan di area Puskesmas Desa Stangi Malaka Kecamatan Pamenang Lombok Utara. Posisi tepatnya mengikuti koordinat GPS X 394397, Y 9065511, Z 33 dengan target kedalaman bor 20 hingga 30 meter, Water Table 9 meter. Estimasi di titik ini akan didapatkan sumber air tawar dengan pH 7.43.

Sumur pertama pengeboran dipimpin Bagus dilakukan di posko bencana Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Untuk kali ini tim satgas ITB mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk mengirimkan alat-alat pengeboran yang sebelumnya membutuhkan waktu 2 hari akibat membludaknya kargo untuk bantuan korban gempa Lombok.

“Pertimbangan pengeboran dilakukan dekat fasilitas kesehatan karena, kelak kalau penduduk sudah pulang balik ke rumah, sumber air masih bisa termanfaatkan dengan baik oleh Puskesmas,” jelas Bagus.

Sementara, berdasarkan data dari BNPD, beberapa desa belum mendapatkan air bersih termasuk di sekitar fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posko-posko kesehatan. Sebanyak 11 titik fasilitas kesehatan yang akan dibangun BNPB, yaitu RSUD Tanjung, 8 Puskesmas di Lombok Utara dan 2 Puskesmas di Lombok Timur.

“Distribusi air bersih dilakukan karena ada beberapa dusun di Desa Sokong melalui Orari melaporkan belum menerima air bersih. Di Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat ada 123 KK yang sudah seminggu ada tangki air, namun belum mendapatkan air bersih karena belum bisa dijangkau oleh mobil tangki,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?