Internasional Kegiatan

Kemendikbud Segera Kirim Guru dan Kepsek ke Jerman

JAKARTA – Keterampilan dan kompetensi guru-guru maupun kepala SMK dituntut untuk lebih terampil dan adaptif dengan teknologi. Guna mendukungnya, Kemendikbud menempuh berbagai langkah. Diantaranya menjalin kerja sama dengan Hessische Landesstelle für Technologiefortbildung, Jerman.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan Hessische Landesstelle dapat menjadi mitra Kemendikbud dalam menyiapkan guru dan instruktur untuk SMK.

“Salah satu poin program revitalisasi SMK adalah memperkuat kemampuan manajerial kepala SMK dan keterampilan guru-gurunya, baik secara pedagogis maupun subtansi materi pelajaran keterampilan,” kata Muhadjir dilansir dari kemdikbud.go.id.

Guna memastikannya, Mendikbud terbang langsung ke Jerman untuk meninjau fasilitas dalam rangka mendukung kemampuan mereka. Mantan Rektor Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) ini melihat berbagai alat simulasi yang digunakan sebagai media pembelajaran di Hessische Landesstelle, awal pekan ini.

Dikatakan Mendikbud, selain empat bidang SMK yang menjadi prioritas pengembangan, yakni pariwisata, industri kreatif, ketahanan pangan, dan kemaritiman, Indonesia masih sangat memerlukan kemampuan mengelola energi terbarukan yang sumber dayanya melimpah.

“Untuk itu, kami tertarik dengan pelatihan guru-guru untuk dapat mengajarkan kepada siswa merakit dan menginstal teknologi energi dengan baik,” ungkap.

Mendikbud berkomitmen segera merancang peta jalan untuk kerja sama dengan Hessische Landesstelle dalam rangka memperkuat kompetensi guru-guru dan kepala SMK. Untuk itu, tahun ini rancangan tersebut ditargetkan sudah selesai sehingga tahun depan pengiriman guru ke Jerman segera dapat direalisasikan sesuai dengan jadwal akademik.

“Kita tertarik mengirim guru untuk mempelajari renewable energy, sistem teknologi informasi, mekatronika, dan manajemen pendidikan,” kata Mendikbud tentang program yang ditawarkan Hessische Landesstelle.

Sementara itu, Direktur Hessische Landesstelle für Technologiefortbildung, Wolfgang Siegel mengatakan pihaknya pernah menerima peserta pelatihan untuk energi terbarukan dari Indonesia. Pelatihan tersebut pada akhrinya ditindak lanjuti dengan pelatihan lapangan di Medan, Sumatera Utara, beberapa tahun lalu.

“Kami melatih mereka selama dua bulan dengan berbagai materi, seperti photovoltaics, perencanaan, dan perakitan alat listrik tenaga matahari, serta tambahan pedagogis dan manajemen pendidikan,” urainya.

Dinyatakan, Indonesia merupakan salah satu dari 100 negara mitra Hessische Landesstelle. Tetapi dibandingkan dengan Vietnam jumlahnya masih kalah.

“Ke depan semoga bisa segera mengirim guru-gurunya untuk berlatih di sini,” harap Wolfgang.

Konjen Indonesia di Frankfurt, Toferry Primanda Soetikno menyatakan merealisasikan kerja sama nantinya diperlukan peta jalan yang berisi gambaran langkah-langkah manifestasi kesepakan antara pihak Kemendibud dengan Hessische Landesstelle.

“Dengan demikian, nantinya dari pihak Konjen akan dapat memonitor sampai di mana kerjasama itu berjalan,” kata Toffery.

Mendikbud berada di Jerman selama dua hari dalam sebuah rangkaian kunjungan kerja.

Sebelumnya, rombongan Mendikbud juga mengunjungi Rumah Budaya Indonesia di Gelnhausen, Frankfurt.

Kunjungan kerja ini juga diikuti oleh Sekretaris Jenderal, Didik Suhardi; Staf Ahli James Modouw; Staf Khusus Nasrullah; dan Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Suharti.

Mereka turut didampingi Konjen Indonesia di Frankfurt, Toferry Primanda Soetikno dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Berlin, Ahmad Saufi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?