Nasional

Panitia Seleksi CPNS Antisipasi Membludaknya Pelamar

JAKARTA - Sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id. Ini artinya tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh instansi. Proses seleksinya akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN). Tahun ini pemerintah pusat menerima 238.015 formasi.

“Itu baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB),” kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam pers rilisnya.

Diuraikan Bima yang juga sebagai ketua Pelaksana Seleksi Nasional CPNS, BKN mengantisipasi dengan jumlah peserta seleksi yang bisa mencapai 5 hingga 6 juta orang dan total pelamar akan melampaui total peserta. Sebab, berdasarkan pengalaman seleksi CPNS 2017, kesulitan update data Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) menjadi kendala terbanyak pelamar.

“Perihal itu BKN berharap sistem dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga siap,” tandasnya.

Selanjutnya untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018 hingga saat ini direncanakan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Fasilitas mandiri dan kerjasama dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dinyatakan, untuk update persiapan pendaftaran CPNS 2018, tim SSCN BKN dan admin masing-masing instansi sedang menginput seluruh formasi.

“Dengan demikian web akan difungsikan setelah semua K/L/D memasukkan formasi dan persyaratan pelamaran. Proses ini akan memakan waktu sampai dengan 18 September 2018,” tambahnya.

Perihal syarat administrasi pendaftaran, ia mengimbau seluruh instansi penerima CPNS 2018 agar memberikan persyaratan yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat pelamar.

“Persyaratan seperti akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus disesuaikan dengan indeks prestasi di wilayah masing-masing,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?