Nasional

Juara II Nasional, Perpusdes Muda Bhakti Terus Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

MAGELANG - Perpustakaan nasional menggelar acara lomba bagi perpustakaan desa / kelurahan se Nusantara. Pengumuman juara disampaikan saat Malam Gemilang Perpustakaan Nasional 2018 di Integrity Convention Centre, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018) malam. Juara I diberikan kepada Perpustakaan dari daerah Malang, Jawa Timur.

Sedangkan juara II, diserahkan kepada Perpustakaan Desa Muda Bhakti Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Perpusdes di Lereng Merapi ini mampu menyingkirkan perpustakaan lain dari berbagai pulau di Indonesia. Berbagai pihak pun bersyukur atas raihan prestasi tersebut.

"Pesan dari kami bahwa, tetap semangat mewujudkan visi misi perpustakaan Muda Bhakti," kata Kepala Desa Ngablak Ahmad Farihin.

Perpusdes Muda Bakti di Lereng Gunung Merapi mampu menjadi juara II Nasional dalam lomba perpusdes se Nusantara. Penyerahan penghargaan diberikan langsung kepada Ketua Perpusdes Muda Bhakti Milta Eliza. Milta juga didampingi oleh Sekretaris Perpusdes Siti Khoirunisa.

Raihan juara ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai program Perpusdes digelar untuk masyarakat di sekitar Merapi. Meski sempat vakum karena terkena dampak erupsi Merapi, Perpusdes bertekad tetap menjalankan program - program yang sudah disusun.

Lima program unggulan seperti Suluh Pustaka (Suka) Lingkungan, Suka Baca, Suka Siaga Bencana, Suka Jam Belajar Masyarakat, dan Suka PKK. Setiap program unggulan ini memiliki sasaran sendiri – sendiri.

“Suka siaga bencana, memberikan pemahaman tentang kebencanaan di sekitar desa. Untuk Suka PKK sasarannya adalah kegiatan para perempuan, mulai bertani atau membuat suatu kerajinan,” jelas kades.

Eksistensi perpusdes sudah ada sejak sekitar tahun 2000 silam. Kala itu, terdapat seorang guru yang memiliki koleksi buku – buku dan dimanfaatkan untuk para pemuda Desa Ngablak, yang tergabung di Karang Taruna. Jumlah koleksi yang awalnya tidak begitu banyak ini ditaruh di ruang kecil perpustakaan yang lama.

Seiring berjalannya waktu, minat baca para pemuda terus meningkat. Mereka menyambangi ruang perpustakaan yang strategis dan membaca buku secara gratis. Perpustakaan yang awalnya dibawah sub program Karang Taruna kemudian “diakuisisi” Pemerintah Desa Ngablak secara langsung.

“Setelah dikelola Pemdes, maka lebih mudah memberikan perhatian. Seperti dari penganggaran ataupun program yang lain,” jelas kades.

Terbukti, melalui perhatian yang diberikan, Perpusdes Muda Bhakti mampu menjuarai lomba perpustakaan tingkat Kabupaten Magelang, pada 2004. Tahun berikutnya masih juga mengikuti lomba serupa, namun harus puas mendapatkan juara harapan II. Pengembangan perpustakaan pun terus dilakukan.

Namun demikian, rencana pengembangan terpaksa tidak sesuai harapan, karena terjadi bencana alam. Merapi meletus pada 2006 dan berdampak ke program – program perpusdes yang harus terhenti. Aktivitas warga pun menurun drastis. Bencana alam membawa pengaruh besar di sektor pendidikan, pertanian, hingga ekonomi.

Tekad yang kuat dari pemuda akhirnya berbuah manis. Berangsur - angsur perpusdes mulai dibenahi kembali. Kini, berkat kesabaran dan keuletan pemuda, prestasi nasional pun mampu diraih. Kades juga sudah menentukan bagaimana langkah setelah meraih prestasi membanggakan itu.

"Tentunya evaluasi lagi kekurangan yang ada dan terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat," jelas kades. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?