Menteri Mohamad Nasir. foto: tribunnews.com

Nasional

Karya dari Pimnas Jangan Berhenti di Gagasan, Tapi Harus Dipublikasikan


YOGYAKARTA – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 tahun 2018 berakhir 2 September. Kompetisi ilmiah mahasiswa yang mulai digelar 28 Agustus di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini diikuti 1.523 mahasiswa dari 136 perguruan tinggi.

Mereka bertanding pada 7 bidang. Yakni :

  1. Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM)
  2. PKM-Penelitian (PKM-P)
  3. PKM-Kewirausahaan (PKM-K)
  4. PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M)
  5. PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T)
  6. PKM-Karsa Cipta (PKM-KC)
  7. PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT)

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berharap mahasiswa bisa mengembangkan karya ilmiah agar menjadi inovasi. Untuk inovasi yang sudah ada agar menjadi inovasi lebih berkualitas.

“Mahasiswa dan mahasiswi dapat menyampaikan gagasannya, menyampaikan karyanya, dalam bentuk tertulis. Kita tidak cukup hanya dengan gagasan. Mahasiswa dan mahasiswi harus lebih kreatif dan inovatif,” katanya dalam rilisnya.

Diakui, Kementerian akan merancang kebijakan khusus setelah ini untuk mendorong karya ilmiah mahasiswa di Pimnas yang tadinya riset menjadi sebuah inovasi. Ini untuk memberikan input kepada panitia Pimnas selanjutnya untuk memasukkan kreativitas mahasiswa di bidang inovasi.

“Saya juga berharap agar mahasiswa terpacu menghasilkan karya ilmiah yang bermutu. Maka dari itu setiap karya mahasiswa harus diwujudkan dalam bentuk publikasi,” pungkasnya.

Dalam event yang mengambil tema ‘Mewujudkan Mahasiswa Indonesia yang Unggul, Kreatif dan Inovatif Berlandaskan Ketakwaan, Kemandirian dan Kecendekiaan dalam Bingkai Kebhinnekaan’ tersebut Rektor UNY Sutrisna Wibawa berharap mahasiswa-mahasiswa Indonesia memiliki keunggulan, kreativitas, dan keinovatifan agar dapat bersaing di era global.

“Event ini merupakan salah satu bentuk penjabaran dari Program Ditjen Belmawa untuk menciptakan iklim akademis yang kompetitif di kalangan mahasiswa Indonesia. Melalui Pimnas pula diharapkan dapat menjadi tempat pembuktian citra positif pembangunan pendidikan tinggi yang telah berhasil melahirkan berbagai karya IPTEKS dan melahirkan gagasan dan ide kreatif untuk membantu penyelesaian masalah bangsa,” tuturnya. (Sideoo)

Apa Tanggapan Anda ?