Daerah

Mahasiswa Baru UIN Walisongo Diajak Tangkal Hoaks

SEMARANG - Sebanyak 4.105 mahasiswa baru UIN Walisongo mengikuti upacara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK), di Lapangan Kampus III UIN Walisongo Semarang. Pembukaan diawali dengan pemukulan gong dan pelepasan balon bertuliskan ''PBAK 2018'' oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag.

Kegiatan diisi orasi oleh Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Disiminasi Informasi Kantor Staff Presiden, Eko Sulistyo, yang mewakili Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko. Ia membawakan materi “Generasi Muda Anti Hoaks dan Radikalisme”.

Eko Sulistyo mengungkapkan, hoaks muncul karena ada persaingan khusus yang memiliki tujuan-tujuan tertentu yang tidak baik. Hal tersebut bisa membahayakan masyarakat, karena bisa memecah belah umat dan bangsa akibat adu domba yang dilakukan oleh mereka yang berkepentingan.

''Apalagi pada masa sekarang, segala informasi langsung viral di dunia internet meskipun hal tersebut tidak sengaja dipublikasikan melalui sosial media,'' jelasnya.

Ia mengungkapkan, penggunaan sosial media bisa digunakan untuk cyber war. Dia berharap mahasiswa bisa memerangi berita hoaks dengan tidak menyebarluaskannya, juga perlu menjadi orang yang kritis terhadap informasi, jangan hanya membaca judul berita saja. Tapi juga harus membaca isi informasi tersebut agar tidak terjadi salah penafsiran dan salah pemahaman.

Sementara itu Rektor UIN Walisongo, Muhibbin mengatakan, agar para mahasiswa baru menyelesaikan perkuliahan sesuai target yang telah direncanakan. Ia juga mengungkapkan UIN Walisongo saat ini sedang tahap membangun gedung baru untuk menunjang fasilitas perkuliahan, mahasiswa bisa menggunakannya setelah selesai nanti.

''Gunakan fasilitas yang ada semaksimal mungkin,'' katanya.

Upacara pembukaan PBAK tahun ini diakhiri dengan orasi kemahasiswaan dan kebangsaan, serta acara kreatifitas mahasiswa yakni berupa tampilan MOB 73 formasi, selebrasi pompom dan parade budaya.

Siedoo/UINSmg/NSK

Apa Tanggapan Anda ?