Usai melaksanakan shalad Idul Adha bersama jajaran forkopimda, Bupati Magelang Zaenal Arifin, menyerahkan hewan kurban di Masjid An-Nur Kota Mungkid secara simbolis ke Ketua MUI Kabupaten Magelang, KH Affifudin LC, Rabu (22/8/2018).

Daerah

Idul Adha, Peran Akademisi Dalam Hewan Kurban


MAGELANG – Sebanyak 24 ekor hewan yang terdiri dari sapi dan kambing diserahkan Pemerintah Kabupaten Magelang kepada Takmir Masjid An-Nur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kondisi hewan kurban yang berada di Masjid An-Nur dinilai sudah sangat layak dan sehat. Penyelenggara juga telah melakukan pengamatan dan pemantauan di sejumlah titik secara langsung terkait kondisi hewan kurban sebelum dilaksanakannya pemotongan kurban, Rabu (22/8/2018).

Selama pemeriksaan, Pemerintah melibatkan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Diantaranya sejumlah mahasiswa dari UGM, Universitas Tidar, dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia.

“Untuk pengecekan hewan kurban sendiri, kita juga dibantu oleh mahasiswa UGM sebanyak 50 orang, Universitas Tidar sebanyak 10 orang, dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia sebanyak 20 orang. Jadi memang sangat banyak yang ikut membantu kita,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang Sri Hartini.

Jumlah hewan kurban yang diserahkan oleh Pemda Kabupaten Magelang sebanyak 24 ekor yang terdiri dari sapi dan kambing. Pihaknya sudah melakukan pengecekan bersama dengan tim kesehatan hewan.

“Jadi tadi malam ada beberapa kelompok-kelompok pemotongan yang menghubungi kita untuk dilakukan pengecekan kondisi hewan kurban. Antara lain di Desa Kalinegoro, Lembah Hijau, dan salah satunya di Masjid An-Nur ini,” jelasnya.

Untuk diketahui bahwa, hewan kurban yang diserahkan di Masjid An-Nur tersebut merupakan hasil patungan dari sejumlah karyawan Pemda Kabupaten Magelang, beserta seluruh SKPD nya. Kegiatan kurban bersama ini, sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahun di kalangan karyawan Pemda Kabupaten Magelang.

Sedangkan Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan bahwa Idul Adha merupakan momentum yang baik dalam meneladani yang sudah dilakukan pada saat itu, yaitu Nabi Ismail AS. Dalam hal ini diajarkan tentang nilai-nilai pengorbanan, ketulusan, dan keikhlasan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?