Konferensi Pers KRI Tingkat Nasional di UMY. foto: umy.ac.id

Nasional

Kenali Ciri Khas Kategori Kontes Robot di Indonesia

Ads SMK IT Maarif

YOGYAKARTA - Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) menjadi salah satu kategori robot yang dilombakan dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional 2018 di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 10 – 13 Juli. Kategori tersebut menjadi pembeda dengan kontes robot yang digelar negara lain. KRSTI dimunculkan di negara kepulauan ini sejak tahun 2009.

Ketua Dewan Juri KRI Nasional 2018, Ir. Wahidin Wahab, M.Sc., Ph.D menyebutkan, robot tari merupakan ciri khas dari perlombaan robotika yang diadakan oleh Indonesia.

“Kontes robot tari ini ingin kita jadikan sebagai sebuah ciri dari kontes robot Indonesia,” katanya sebagaimana di laman umy.ac.id

Ditandaskan, kategori tari yang diperlombakan adalah tari yang berasal dari berbagai kebudayaan di Indonesia. Mulai dari tari Piring, Tari Jaipong.

“Dan kali ini kami mengangkat tari Remo sebagai tema kontes robot tari KRI 2018,” cetusnya.

Dinyatakan, KRSTI dijadikan kontes robot tari sebagai sebuah kategori adalah sebagai usaha untuk melestarikan kebudayaan Indonesia.

“Termasuk, memperluas wawasan tentang itu (kebudataan tari),” ungkapnya.

Selain KRSTI, dalam kontes yang diikuti 91 tim tersebut, juga ada empat kategori lainnya. Yakni, Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda.

Ketua Panitia Pelaksana, Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D., PE menjelaskan, KRI 2018 tersebut akan dimulai dengan mengadakan simposium yang akan mempresentasikan ide robot dari masing-masing peserta simposium.

“Khusus peserta KRSBI yang wajib mengikuti simposium, mereka nanti akan memberikan presentasi untuk rancang bangun dari robot yang mereka bangun. Mulai dari konsep awal hingga proses perakitannya. Kemudian KRI ini rencananya akan resmi dibuka oleh Menristekdikti yang selanjutnya akan diikuti dengan pelaksanaan setiap kategori perlombaan secara simultan,” jelasnya.

Dinyatakan, dapat berpartisipasi dalam kompetisi nasional ini patut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para tim yang berhasil terpilih. Untuk sampai ke tahap nasional ini, para peserta harus melewati proses yang cukup panjang.

“Mulai dari pengumpulan proposal desain robot yang kemudian harus melewati tahap evaluasi dari para juri. Perakitan robot yang lolos tahapan evaluasi hingga kompetisi tingkat regional,” ujarnya.

Berkompetisi Tingkat Internasional

KRI 2018 dilaksanakan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional.

Kontes Tingkat Regional diselenggarakan pada 4 (empat) wilayah Regional. Yakni, Regional 1 (area Sumatera), Regional 2 (area Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat, dan Sulawesi), Regional 3 (area Jawa bagian tengah, Kalimantan bagian timur dan selatan), dan Regional 4 (area Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua).

Lalu, juara pertama KRAI Tingkat Nasional 2018 akan menjadi wakil Indonesia pada ABU Robocon 2018 di Ninh Binh, Vietnam.

Juara pertama KRPAI Tingkat Nasional 2018 akan menjadi wakil Indonesia pada Trinity College International Robot Contest 2019 di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.

Juara pertama KRSBI Humanoid Tingkat Nasional 2018 akan menjadi wakil Indonesia pada ROBOCUP 2019. Untuk KRSTI dan KRSBI Beroda belum diatur afiliasinya.

Apa Tanggapan Anda ?
Ads Samanata