Internasional

Upaya ITS Menuju Universitas Kelas Dunia

SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur mengirimkan sejumlah stafnya atau tenaga kependidikan (tendik) ke luar negeri. Upaya magang kerja di universitas mancanegara ini melalui program Outbond Staff Mobility (OSM). ITS terus berupaya agar kampusnya segera menuju World Class University.

Tak hanya dari kualitas pendidikan, namun juga kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat bersaing di ranah internasional. Sebanyak 64 orang tendik dikirimkan ke beberapa universitas di Malaysia dan Thailand. Para peserta magang ini diberi pengarahan dan dilepas secara resmi Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD di Rektorat ITS. Rektor berpesan bahwa sebagai tendik harus memiliki semangat 10 Nopember karena tantangan baru akan selalu ada saat magang di luar negeri.

“Jangan lupa bahwa semua itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Selama kita masih punya otak dan hati dan selalu terbuka untuk belajar, kita akan bisa survive,” kata rektor.

Guru besar Teknik Lingkungan itu menekankan, tujuan tendik melakukan internship adalah untuk mengetahui cara belajar di sana, cara kerja di sana dan menjalin networking yang bagus. Networking merupakan hal yang penting di era digital 4.0 ini.

Pria asli Bandung ini juga mengingatkan selama menjalani internship, di samping tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas diri, para peserta ini juga merupakan duta ITS. Maka, harus menjaga marwahnya ITS dan meninggalkan kesan dan hasil yang baik bagi institusi ITS.

"Maupun juga bagi universitas di mana bapak dan ibu magang,” katanya.

Program Outbond Staff Mobility sudah dilaksanakan sejak 2013 dan kembali dihelat di 2018 ini dengan memberangkatkan sebanyak 64 orang tendik ke beberapa universitas di Malaysia dan Thailand. Dr rer nat Maya Shovitri, Deputy Director of International Office for Admission & Mobility ITS menyampaikan, OSM merupakan kegiatan internship (magang) di berbagai universitas luar negeri untuk meningkatkan kapasitas SDM yang ada.

Sepanjang 2013 sampai 2017, OSM hanya dilaksanakan di satu negara yaitu Thailand. Namun, untuk 2018 ini menjadi dua negara yaitu Thailand dan Malaysia.

Total ada tujuh universitas di Thailand yaitu Sirindhorn International Institute of Technology (SIIT), King Mongkut's University of Technology North Bangkok (KMUTNB), King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Mahidol University, Suranaree University of Technology (SUT), King Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT). Sedangkan di Malaysia ada dua yaitu University Kuala Lumpur Malaysia France Institute (UniKL MFI) dan University of Malaya (UM).

Dari 95 staf yang mendaftar program OSM, setelah melalui tahap administrasi dinyatakan lolos 84 staf yang kemudian melalui tahap desk evaluation termasuk TOEFL. Hingga terakhir diambil 64 orang yang lolos akan diberangkatkan.

Maya menjelaskan, angka tersebut penting untuk menunjukkan bahwa staf saat ini sangat antusias mengikuti program OSM dan kemudian mendaftarkan diri secara pribadi dengan persetujuan pimpinan unit. Selain itu, Maya juga menambahkan, sebenarnya tujuan ITS mengadakan program OSM ini ada tiga garis penting. Yaitu memberikan wawasan baru berstandar internasional bagi tendik, tendik mampu menjalin networking (kerja sama) secara mandiri, dan memperkuat serta menjaga networking yang sudah terjalin.

“Kelebihan OSM tahun ini dibanding tahun lalu adalah para tendik akan fokus magang dalam satu universitas. Mereka akan berangkat secara mandiri dan fokus di satu expert (bidang yang dikuasai, red). Sehingga hasilnya akan lebih maksimal,” katanya.

Beban yang diemban oleh tendik ITS tahun ini yang berangkat ke luar negeri bisa dikatakan cukup berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena ITS selalu melakukan optimasi di segala lininya dari tahun ke tahun. Tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, tendik diberangkatkan secara mandiri.

Adapun pada tahun ini, para peserta magang akan diberangkatkan menjadi tiga batch (tahapan). Yaitu batch pertama yang sudah diberangkatkan pada Mei lalu, batch kedua dan ketiga akan berangkat pada awal dan akhir Juli nanti. Masing-masing batch akan menjalani magang selama seminggu.

Apa Tanggapan Anda ?