Hubungan Seksual

Para narasumber Talkshow tentang Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Upaya Pencegahan Hubungan Seksual Sebelum Menikah. Acara ini merupakan gerakan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan.

Daerah

Hubungan Seksual Sebelum Menikah Beresiko Tinggi

KoMMBes Penggalangan Dana Lombok

MAGELANG – Lembaga Swadaya Masyarakat Sahabat Perempuan menggelar Talkshow tentang Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Upaya Pencegahan Hubungan Seksual Sebelum Menikah. Para siswa SMA Negeri 1 Muntilan dan juga beberapa guru terlibat aktif menjadi audiens. Acara ini sengaja melibatkan siswa karena kasus kekerasan seksual yang didampingi Sahabat Perempuan kebanyakan adalah anak usia sekolah.

Siswa-siswi sekolah menjadi sasaran program tersebut agar pesan langsung sampai kesasaran. Jadi, strategi ini dilakukan dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Narasumber talkshow yaitu Dani Saputri dari Lembaga Advokasi Bumi, Heni dari Aisyiyah sekaligus dosen perguruan tinggi, Endahri perwakilan guru BK SMA Negeri 1 Muntilan dan Suma Maulida Ketua Osis SMA Negeri 1 Muntilan.

“Tujuan dari kegiatan ini memberikan kesadaran bahwa kejahatan seksual adalah pelanggaran HAM. Kami mengajak generasi muda untuk telibat dalam penghapusan kekerasan seksual, mencegah hubungan seksual sebelum menikah,” kata Divisi Informasi Dokumentasi dan Publikasi Sahabat Perempuan Dian Prihatini.

Dian menjelaskan, hubungan seksual sebelum menikah beresiko tinggi untuk anak. Hal ini karena faktor belum siapnya organ reproduksi. Efek lain yang ditimbulkan yaitu penyakit menular seksual, hamil akan berdampak pada masa depan yang suram. Bahkan, siswa juga bisa terancam dikeluarkan dari sekolah.

Adapun beberapa hal yang dibahas dalam talkshow ini tekait dengan kekerasan seksual menurut pandangan dan pengalaman dari masing-masing narasumber. Selain itu juga dari sisi hukum yang mengatur tentang larangan berhubungan seksual saat masih usia anak, yaitu usia 0 – 18 tahun. Mereka juga membahas soal sanksi apa yang akan didapatkan bila melakukan kekerasan seksual.

“Pembahasan lainnya terkait dampak buruk bagi kesehatan reproduksi bila melakukan hubungan seksual di usia dini. Kesempatan itu juga membahas tekait dengan rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang sudah masuk prolegnas namun belum juga disahkan,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Sahabat Perempuan juga mengajak kerja sama seniman Magelang “Intuisi Musik Puisi” yang digawangi oleh Munir, Koordinator Forum Kilometer Nol. Intuisi musik puisi tampil memainkan beberapa puisi yang dilagukan. Diantaranya, Membaca Tanda-Tanda karya Ismail Marjuki, puisi karya Chairil Anwar, dan juga satu lagu milik mereka sendiri dengan judul “Di Negeri Kaya Raya Kita Punya Apa?”.

Apa Tanggapan Anda ?