Internasional

Pertama Kali, Indonesia Gelar Festival Panji Internasional

JAKARTA - Pernahkah pembaca mendengarkan cerita Panji di lingkungan sekitar tempat tinggal. Cerita Panji telah ditetapkan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Memory of the World (MoW) atau “Ingatan Dunia” dalam situs resmi Memory of the World-UNESCO tertanggal 31 Oktober 2017. Tak jarang, nenek moyang atau pun orang tua menceritakan Panji kepada generasi penerus bangsa saat ini.

“Panji” merupakan kata yang cukup populer, dan memiliki makna yang multitafsir. Yaitu gelar kebangsawanan, bendera kebesaran, atau topeng/penutup wajah. Panji pun menjadi produk budaya berupa karya sastra lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu. Dari sudut tertentu, Cerita Panji bahkan dapat bersanding dengan dua epos, yaitu Mahabarata dan Ramayana yang penyebarannya beriringan dengan agama Hindu di Jawa.

Panji adalah salah satu wujud kebudayaan, karena Panji menceritakan cerita rakyat di mana banyak terdapat nilai kebudayaan daerah tempat lahirnya Panji tersebut. Panji menceritakan religi dan kepercayaan masyarakat pada masa kerajaan; mata pencaharian rakyat; teknologi pada zaman itu (misalnya alat untuk berperang); pengetahuan di bidang pemerintahan, seperti Raja, Patih, dan Penasihat Kerajaan; dan siasat pertahanan dalam perang perebutan kekuasaan; serta organisasi sosial

Untuk tetap memunculkan Panji di masa kini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Festival Panji Internasional. Rangkaian Festival Panji Internasional 2018 akan berlangsung pada 27 Juni hingga 13 Juli 2018. Beberapa kegiatan yang akan digelar antara lain pergelaran kesenian dari negara-negara ASEAN di delapan kota, lokakarya/seminar, kegiatan apresiasi (lomba-lomba bagi pelajar), kunjungan budaya, dan pameran (naskah, lukisan, topeng, dll).

“Ini (Festival Panji Internasional) juga bagian dari itu (Memory of the World). Dalam rangka merawat Panji sebagai Memory of the World. Kalau sudah diakui kan harus ada kegiatan atau aktivitasnya,” ujar Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan.

Untuk pertama kalinya, Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Festival Panji Internasional. Festival Panji Internasional akan diikuti tiga negara peserta di regional ASEAN, yaitu Indonesia, Kamboja, dan Thailand. Rangkaian Festival Panji Internasional akan diselenggarakan di delapan kota, yaitu Denpasar, Surabaya, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta (puncak acara).

Ia mengatakan, tujuan Indonesia menggelar Festival Panji Internasional untuk mengajak negara-negara di ASEAN bersama-sama merayakan Panji sebagai warisan budaya dunia. Seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Cerita Panji menyebar hampir di seluruh negara ASEAN dengan Indonesia sebagai pusatnya.

“Karena nilai-nilai dari Panji juga erat dengan keragaman, pendidikan karakter, dan sebagainya. Kita, negara-negara ASEAN juga mempunyai kesamaan dan kemiripan dalam budaya,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?