Nasional

Unpad Gelar SBMPTN dengan Cara Berbeda, Tes Berbasis Android

BANDUNG - Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 dilakukan dengan berbagai cara. Di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Jawa Barat, para peserta mengerjakan soal dengan cara yang berbeda dengan kampus lain. Peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan menggunakan aplikasi Mobile Assisted Testing (MAT) berbasis sistem operasi Android.

Bagi peserta UTBK Android terlebih dahulu meregistrasikan perangkat yang akan digunakan. Proses registrasi ini dilakukan pada saat pendaftaran UTBK Android. Setelah diregistrasikan, gawai akan dicatat kode Media Access Control (MAC)-nya, yang berarti hanya gawai yang teregistrasi yang bisa digunakan pada saat UTBK.

Saat pelaksanaan ujian, peserta hanya diperbolehkan terhubung dengan jaringan akses khusus yang disediakan panitia pelaksana. Selain itu, peserta tidak boleh memasang kartu seluler atau SIM card pada gawai yang digunakan untuk menghindari adanya kesalahan jaringan. Terdapat 1.000 peserta SBMPTN tahun 2018 memilih Ujian Tulis Berbasis Komputer dengan menggunakan aplikasi Mobile Assisted Testing berbasis sistem operasi Android.

Salah satu peserta Daru menilai bahwa pelaksanaan ujian dengan metode ini, sudah cukup baik, dan memudahkan peserta. Itu karena tidak perlu menyiapkan perangkat alat tulis, laiknya ujian tulis berbasis cetak.

“Metode ujian SBMPTN Android ini sebaiknya tetap dipertahankan,” ujarnya.

Pelaksanaan UTBK Android dilangsungkan di area kampus Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode ini merupakan kali pertama yang dilakukan pada SBMPTN. Unpad sendiri dinilai menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mengembangkan sekaligus menyelenggarakan metode ini.

Terpenuhinya kuota jumlah peserta UTBK Android sebanyak 1.000 peserta ini menunjukkan besarnya antusias peserta SBMPTN terhadap metode baru ini. Dirangkum dari tim Humas Unpad, sebagian besar peserta mengapresiasi metode ujian yang bisa dikerjakan di perangkat gawai ini.

Muhammad Sharul misalnya, peserta UTBK Android ini menilai bahwa metode ini bersifat efektif dan praktis. Meski demikian, ia berpendapat bahwa sebaiknya ada ketentuan yang lebih spesifik terkait perangkat gawai yang disyaratkan.

“Sebaiknya gawai yang digunakan memiliki ukuran cukup lebar. Sehingga pengerjaan soal dapat dilakukan dengan nyaman,” jelasnya.

Pendapat serupa diungkapkan Lutfia. Ia menilai UTBK Android sangat memudahkan peserta untuk menjawab soal dengan lebih cepat. Razzaq, peserta ujian asal kota Bekasi juga mengatakan, ujian ini merupakan metode terbaik untuk menghindari potensi kebocoran soal.

Selain menjadi lokasi UTBK Android, Unpad juga menjadi lokasi penyelenggaraan UTBK SBMPTN dengan menggunakan perangkat komputer meja (desktop). Pada UTBK komputer, sebanyak 500 peserta mengikuti ujian di Unpad. Pelaksanaan ujian di kampus Unpad ini ditinjau langsung Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad.

Apa Tanggapan Anda ?