Internasional

Majukan Jurusan Aktuaria, ITS Gandeng Kanada

SURABAYA - Aktuaria merupakan ilmu yang mempelajari pengelolaan risiko keuangan di masa mendatang. Namun, hampir 90 persen aktuaris yang bekerja di Indonesia saat ini masih merupakan tenaga ahli dari luar Indonesia. Karena itu, Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan perguruan tinggi di Indonesia untuk mendirikan program studi aktuaria.

“Ada delapan perguruan tinggi yang ditunjuk untuk mendirikan aktuaria ini. Diantaranya ITB, UI, IPB, UM, ITS, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan Universitas Prasetiya Mulya,” jelas Ketua Departemen Pascasarjana Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur Dr rer pol Heri Kuswanto Msi SSi.

Heri mengatakan, untuk lebih memaksimalkan dan memajukan jurusan aktuaria yang terhitung baru ini, ITS menggandeng University of Waterloo melalui sebuah lembaga non-government dari Kanada bernama Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia (READI). Pemerintah Kanada dalam hal ini memfasilitasi dosen serta mahasiswa dalam bentuk pemberian beasiswa.

“Sebanyak 18 mahasiswa saat ini mendapatkan beasiswa dari READI berupa biaya kuliah dan living cost selama kuliah di ITS,” kata Heri.

Sedangkan dua dosen yang sudah kembali dari Kanada telah mendapatkan fasilitas berupa pelatihan langsung di University of Waterloo. Para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut berasal dari Departemen Matematika dan Statistika, dikarenakan Departemen Sains Aktuari baru akan menerima mahasiswa tahun ini.

Dari delapan perguruan tinggi yang ditunjuk untuk mengembangkan ilmu aktuaria di universitasnya, hanya ITS, UI dan IPB yang sudah berhasil mendirikannya. Namun dari ketiganya tersebut, yang berhasil berdiri sendiri sebagai sebuah departemen hanya ITS.

"Sedangkan UI dan IPB masih dalam bentuk program studi yang berada di bawah jurusan matematika,” ujarnya.

Hari menyampaikan itu berkaitan langsung dengan kunjungan dari delegasi Kedutaan Besar Kanada yang dipimpin langsung Duta Besar Kanada untuk Indonesia H E Peter MacArthur. Kehadiran delegasi ini guna membahas perkembangan kerjasama antara ITS dengan beberapa universitas di Kanada. Utamanya, terkait pengembangan jurusan aktuaria di Indonesia.

Mulai tahun ini ITS telah membuka Departemen Sains Aktuaria yang telah diinisiasi dua departemen yang ada sebelumnya. Yakni, Matematika dan Statistika. Untuk pendirian departemen Sains Aktuaria ini, ITS juga telah menjalin kerjasama dengan University of Waterloo, Kanada.

Pemerintah Kanada sendiri selama ini dikenal sangat concern terhadap pengembangan ilmu aktuaria. Departemen Sains Aktuaria ini dinilai sangat prospek di masa depan.

“Saya berharap ada kerjasama lain dengan universitas-universitas di Kanada dengan ITS untuk pengembangan ilmu akturia ini lebih jauh lagi,” kata Rektor ITS Prof Joni Hermana MSc ES PhD.

Sementara H E Peter MacArthur mengungkapkan rasa senangnya untuk bisa bekerja sama dengan ITS. Ia sangat senang bisa memfasilitasi program ini.

"Karena pada dasarnya Kanada dan Indonesia sejak lama sudah banyak melakukan kerja sama di bidang lain,” ujarnya sambil menunjukkan video tentang perjalanan kerja sama antara Indonesia dan Kanada selama ini.

Saat diungkapkan masih minimnya kerjasama yang ada antara ITS dengan universitas di Kanada, Dubes Kanada ini berjanji akan membantu mengupayakan peningkatan kerjasama dengan universitas-universitas yang ada di Kanada.

“Ke depannya pengembangan kerjasama akan terus kami (Pemerintah Kanada, red) tingkatkan mulai dari kerjasama penelitian, training, maupun pemberian beasiswa,” bebernya.

Namun, tentu saja nantinya akan ada peningkatan dalam seluruh aspek yang berkaitan dengan ilmu aktuaria. Tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama program studi master degree di University of Wasterloo.

Kirim Dosen Belajar Aktuaria

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Matematika, Komputasi, dan Sains Data (FMKSD) Dr Dra Ismaini Zain MSi menambahkan, saat ini ada dua orang dosen lagi yang dikirimkan ke University of Waterloo untuk mempelajari kurikulum ilmu aktuaria. Mulai 30 April – 4 Mei 2018.

“Saat ini lebih fokus pada pembahasan penerapan program Co-Op (Co-Operation, red), yakni program magang perusahaan. Namun jangka waktunya satu semester dan diberi gaji layaknya karyawan,” ungkap dosen Statistika ini.

Selain itu, fasilitas yang diberikan oleh READI adalah Math Outreach yakni kegiatan penyuluhan untuk mengenalkan aktuaria secara detail. Hal ini sudah berjalan satu tahun dan berbuah manis.

"Alhamdulillah ilmu akturia banyak diminati oleh calon mahasiswa yang akan masuk ITS,” tandasnya.

Apa Tanggapan Anda ?