Nasional

Wayang, Jadikan Exwan Juarai Lomba Guru Unggul Inovatif

SEMARANG - Nama Exwan Andryan, guru Bahasa Jawa dari SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta keluar sebagai juara pertama Lomba Guru Unggul Inovatif tingkat SMA se-Jateng DIY. Setelah menyingkirkan peserta lainnya, ia berhak mendapatkan thropy dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. Juara ini diraih setelah menampilkan praktek pembelajaran Bahasa Jawa dengan menggunakan Multimedia dan Wayang.

Untuk juara kedua Fathul Iman, Guru Matematika, dari SMA N 1 Mranggen, Demak. Juara kedua ini mendapatkan thropy dan uang tunai sebesar Rp 10 juta. Juara ketiga adalah Fathul Iman, Irman Istanto, Guru Pendidikan Kewarganegaraan, dari Cilacap. Juara ketiga ini mendapatkan thropy dan uang tunai sebesar Rp 7 juta.

Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Profesi Unnes (LP3 Unnes) menyelenggarakan babak final lomba guru unggul inovatif tingkat SMA se-Jateng DIY yang merupakan rangkaian dari peringatan Dies Natalis Universitas Negeri Semarang ke 53. Acara yang berlangsung di Gedung Auditorium Unnes ini tidak hanya dihadiri finalis lomba dan para juri. Namun, juga dihadiri peserta PPG-SM3T dan PPG Pra Jabatan Unnes, serta perwakilas siswa dan siswi dari SMAN 1 Semarang.

Adapun juara harapan satu adalah Isrowikah, Guru Geografi, dari SMA N 2 Temanggung. Juara harapan satu ini mendapatkan thropy dan uang tunai sebesar Rp 5 juta dan Juara harapan dua adalah Nur Setya Pamuji Asih, Guru Bahasa Indonesia, dari Banjarnegara. Juara harapan dua ini mendapatkan thropy dan uang tunai sebesar Rp 3 juta.

Pengumuman pemenang Lomba Guru Unggul Iniovatif Tingkat SMA se-jateng DIY ini dilangsungkan pada akhir acara. Finalis lima besar ini mendapatkan thropy dan uang tunai dengan total Rp 40 juta. Pengumuman disampaikan langsung salah satu panitia lomba.

Lomba guru unggul inovatif ini terdiri dari tiga babak/tahap. Babak pertama adalah penilaian perangkat pembelajaran dari 136 peserta (guru) yang berasal berbagai SMA se-Jawa tengah dan DIY. Dari babak pertama ini, sebanyak 20 peserta lolos untuk bisa maju ke babak kedua.

Babak kedua adalah penilaian video pembelajaran yang dikumpulkan 20 peserta yang lolos seleksi tahap pertama. Video pembelajaran tersebut dikirim ke website LP3 Unnes. Dari 20 peserta, dipilih 5 finalis untuk maju ke babak final atau tahap ketiga.

“Sekitar dua minggu yang lalu, kami para juri berkumpul untuk menyeleksi video pembelajaran dari 20 peserta yang telah dikirimkan ke pihak kami. Kami pilih 5 video pembelajaran terbaik berdasarkan diskusi dengan dewan juri," kata Dr. Erni Suharini, M.Si, salah satu juri.

Setelah diseleksi, kelima peserta yang lolos babak final tersebut adalah Fathul Iman, Guru Matematika dari SMAN 1 Mranggen Demak: Nur Setya Pamuji Asih, Guru Bahasa Indonesia dari Banjarnegara: Exwan Andryan, Guru Bahasa Jawa dari SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta: Isrowikah, Guru Geografi dari SMA N 2 Temanggung; dan Irman Istanto, Guru Pendidikan Kewarganegaraan dari Cilacap.

Tahap ketiga atau babak final adalah penilaian praktek mengajar dalam kelas kecil dan dalam waktu yang singkat (micro teaching). Pada tahap final ini kelima finalis diminta untuk menampilkan praktek mengajar sesuai bidang masing-masing di depan dewan juri. Setiap peserta diberi waktu 25 menit untuk menampilkan praktek mengajar secara utuh dari pembukaan sampai penutup pembelajaran.

Kelima finalis melakukan praktek mengajar dengan mata pelajaran berbeda sesuai bidang masing-masing dan dengan media serta metode pembelajaran yang berbeda pula. Exwan menampilkan praktek pembelajaran Bahasa Jawa dengan menggunakan Multimedia dan Wayang. Fathul menampilkan praktek pembelajaran pada materi konsep limit dengan menggunakan media Ular Tangga Matematika Demak (ULTAMADA).

Irman menampilkan praktek pembelajaran dengan menggunakan media Kode Unik Seorang Pelajar (KONIKJAR). Isrowikah menampilkan praktek pembelajaran tentang materi pemanasan global dengan menggunakan Media Pyramid Tools Alan Patkinson Sustainability Compass, dan Nur menampilkan praktek pembelajaran dengan emnggunakan media Kartun Viral.

Isrowikah, salah satu finalis yang berasal dari SMA N 2 Temanggung mengaku sudah mempersiapkan media khusus untuk praktek mengajar mata pelajaran geografi di depan dewan juri hari ini. Ia membuat media Pyramid Tools Alan Patkinson Sustainability Compass untuk mengajar materi global warming.

"Saya mempersiapkan media ini beberapa saat setelah pengumuman babak kedua dan berkesempatan maju ke babak final," ungkapnya.

Sementara itu, melalui kegiatan ini peserta PPG Unnes yang diwajibkan untuk mengikuti acara ini dari awal sampai akhir, dapat belajar banyak. Diantaranya berbagai model dan media pembelajaran yang menarik, inovatif, dan cukup efektif yang dapat diterapkan saat pembelajaran.

Zumaroh, salah satu peserta PPG SM-3T dari Kudus mengatakan acara ini sangat menarik. Ia yang juga calon guru, ke depan diharapkan dapat menjadi guru professional.

"Tentu saja banyak terinsipasi dari para finalis yang dapat menampilkan berbagai model dan media pembelajaran yang sangat menarik dan cukup efektif,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?