Nasional

Pesan Khusus dari Rektor Sebelum Tim Robotika Berlaga

SURABAYA - Sebagai seorang juara, harus mampu menghadapi segala kesulitan yang muncul. Seorang juara, faktor-faktor eksternal yang muncul saat bertanding, bukan suatu alasan.

Hal itu disampaikan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD saat melepaskan tim robotika yang akan bertanding. Menjelang keberangkatannya, Tim Robotika ITS Surabaya dibekali masukan positif dari para pembimbing serta rektor.

Pembekalan ini sekaligus sebagai pelepasan secara resmi kontingen ITS di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV yang akan berlangsung di Politeknik Negeri Malang (Polinema), pada 1-3 Mei 2018. Kelima tim yang akan berangkat adalah tim KRAI (Kontes Robot ABU Indonesia), KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia), KRSTI (Kontes Robot Seni Tari Indonesia), KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) Humanoid dan KRSBI Beroda yang terdiri dari 50 mahasiswa ITS.

Untuk kategori KRSTI nantinya mengusung tema tari Remo, yang disesuaikan juga untuk tema secara nasional nantinya. Sedangkan untuk KRAI tahun ini mengambil tema bernama Lempar Bola Berkah. Di mana robot diharuskan bisa mengambil bola berekor dan melemparkannya melalui lubang yang cukup tinggi.

Tema ini diselaraskan dengan tema yang telah ditentukan oleh ABU Robocon 2018 tingkat internasional yang akan diselenggarakan di Vietnam. Yaitu, NÉM CÒN, suatu permainan tradisional masyarakat Vietnam.

Orang nomor satu di ITS ini juga menyampaikan, bahwa ITS tidak semata-mata mengejar juara. Tapi, sebagai bentuk tanggung jawab kepada Indonesia sebagai kampus terdepan dalam hal teknologi khususnya robotika. Dengan menjadi juara agar dapat mewakili Indonesia di kancah internasional.

“Agar tidak sembarang tim atau universitas yang menjadi wakil Indonesia yang hanya mengandalkan keberuntungan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pembimbing Tim Robotika ITS Rudy Dikairono ST MT menyampaikan bahwa kelima tim sudah siap 90 persen untuk berlaga secara teknis. Tim akan menyempurnakan yang masih bisa dimaksimalkan.

"Selebihnya berdoa agar mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar dosen Teknik Elektro ITS ini.

Pria yang akrab disapa Rudy ini juga menjelaskan, berdasarkan catatan kompetisi KRI Regional dan Nasional tahun 2017, lima tim ini mengalami kemajuan yang signifikan. Terutama segi kecepatan. Berkaca dari pengalaman tahun 2017 juga, Rudy berharap timnya tidak boleh terlalu percaya diri.

“Oleh karena itu, semua anggota tim juga sudah kami bekali mental yang kuat agar dapat menyesuaikan situasi dan kondisi yang tidak diinginkan nantinya,” imbuh alumni ITS tahun 2002 ini.

Apa Tanggapan Anda ?