Internasional

Bangganya Mahasiswa Ini, Mampu Wakili Indonesia Terjun di Ajang Internasional

SURABAYA - Nama Dhany Satrio Wicaksono mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur layak mendapatkan apresiasi yang tinggi. Ia mewakili Indonesia untuk terbang ke kota Amsterdam, Belanda untuk menghadiri The AI Expo Europe. Acara yang akan berlangsung pada 25-30 Juni 2018 ini merupakan bagian dari pameran dan seminar terbesar tahunan Internet of Things.

Pagelaran ini akan mengeksplorasi manfaat Artificial Intellegence (AI) dalam dunia bisnis dan platform digital. Tema pameran dan topik seminar meliputi data analytics, business intelligence, machine learning, AI algorithm, dan virtual assistant.

Dhany menjelaskan, AI adalah kecerdasan yang dibuat dan dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer agar dapat melakukan pekerjaan. Seperti yang bisa dikerjakan manusia.

“Contohnya adalah kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, perencanaan dan penjadwalan, pengendalian, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah,” katanya.

Menurut dia, semua kegiatan dalam proses industri menurut Revolusi Industri 4.0 akan dilaksanakan robot. Dengan demikian, waktu produksi, jumlah produk dan efisiensinya akan menjadi lebih baik.

“Dengan menggunakan robot, angka cacat produk akibat kesalahan manusia dalam proses produksi akan semakin kecil,” ungkapnya

Mahasiswa asal Bondowoso ini mengatakan, kekhawatiran masyarakat Indonesia mengenai tergusurnya lapangan pekerjaan akibat penggunaan robot adalah salah. Sumber daya manusia dialihtugaskan. Tentu, setiap robot membutuhkan perawatan.

"Tantangannya, masyarakat Indonesia harus berpendidikan tinggi,” tegas Mahasiswa Teknik Elektro Otomasi ITS ini.

Selain Dhany yang juga ketua dari Tim Ichiro ITS , ada mahasiswi yang lolos program nasional. Dalam bidang teknologi industri, mahasiswa ITS Regia Puspitasari dikirim pemerintah untuk menghadiri Hannover Messe. Sebuah pameran teknologi terbesar di dunia terkait Revolusi Industri 4.0 pada 23-28 April 2018 di kota Hannover, Jerman.

Keberangkatan kedua mahasiswa ini ke luar negeri, tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dunia kini sudah memasuki era Revolusi Industri generasi ke empat atau yang dikenal Revolusi Industri 4.0. Pola ekonomi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robot, dan lain sebagainya menjadi hal yang nantinya ditekankan dalam proses pembuatan produk dalam industri.

Menghadapi tantangan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menginisiasi kegiatan Anak Muda Indonesia untuk Revolusi Industri 4.0. Yakni terpilihnya tujuh mahasiswa cemerlang dari sejumlah kampus di Indonesia untuk dikirimkan ke beberapa acara pameran industri dan konferensi teknologi tingkat dunia. Diantara tujuh mahasiswa tersebut, tercatat dua mahasiswa berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Regia mahasiswa Teknik Kimia ITS ini mengatakan, pameran teknologi Hannover merupakan pameran teknologi industri yang diselenggarakan setiap tahun dengan menghadirkan 6.500 peserta perusahaan-perusahaan ternama dari 70 negara. Ia juga mengatakan, kemajuan peradaban teknologi Jerman menjadikan negeri ini menjadi kiblat bagi perkembangan teknologi di dunia.

“Revolusi Industri 4.0 sendiri, Jerman lah yang memulai,” ujar juara pertama Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) ITS kategori Sarjana ini.

Untuk diketahui, dalam program Anak Muda Indonesia untuk Revolusi Industri 4.0 ini terpilih dua mahasiswa dari ITS, dua mahasiswa dari UGM dan tiga mahasiswa dari ITB. Langkah ini sebagai salah satu pendekatan youth outreach seperti yang pernah disampaikan presiden untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini.

Perempuan asal Malang yang juga dipercaya sebagai General Manager Tim Spektronics ITS ini mengatakan, sepulang dari Eropa, ia dan Dhany akan berbagi ilmu mengenai perkembangan teknologi yang sudah diterapkan di dunia barat sana. Diharapkan, dengan kepulangan mereka, ilmu tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat Indonesia khususnya rekan mahasiswa lainnya.

Apa Tanggapan Anda ?