Nasional

Uji Emisi Kendaraan untuk Peringati Hari Bumi

SURABAYA - Sejumlah kendaraan di lingkungan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jawa Timur diperiksa kadar emisinya. Kegiatan uji emisi kendaraan bermotor ini dibuka secara resmi Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, bersama Kepala Dinas perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat. Uji emisi ini juga dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April.

Sebagai kampus yang berkomitmen dalam Smart Eco Campus, ITS sengaja menggelar Pekan Hari Bumi. Irvan Wahyu Drajat mengatakan bahwa kegiatan uji emisi ini merupakan tren yang baik.

“Alangkah lebih baiknya lagi jika dilakukan dalam empat kali sebulan. Sesuai dengan anjuran yang seharusnya,” katanya.

Menurut Irvan, di Surabaya sendiri, ada sekitar 20 persen kendaraan yang lolos uji emisi. Bagi kendaraan yang lolos uji emisi, biasanya diberikan hadiah. Sedangkan untuk yang tidak lolos uji emisi diberikan diskon 20 persen untuk biaya perawatan dan servis kendaraan.

"Agar semua masyarakat mulai sadar akan pentingnya lingkungan yang sehat, dapat dimulai dengan merawat kendaraan secara rutin agar mengurangi kadar emisi merusak lingkungan," jelasnya.

Uji emisi kendaraan bagian dari Pekan Hari Bumi merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Acara ini bertujuan untuk mengetahui kadar emisi yang dikeluarkan kendaraaan, layak atau tidaknya untuk lingkungan.

Terdapat 120 kendaraan mengikut uji emisi. Itu terdiri dari 55 kendaraaan roda empat berbahan bakar bensin, 35 kendaraan roda empat berbahan bakar solar dan 30 kendaraan beroda dua.

Adapun parameter yang digunakan dalam menguji emisi untuk kendaraan roda empat berbahan bakar bensin ialah kandungan hidrokarbon dan karbondioksida. Sedangkan parameter untuk kendaraan beroda empat berbahan bakar solar ialah tingkat pencemaran opasitasnya.

Target utama uji emisi kali ini ialah kendaraan dinas ITS. Setidaknya ada sekitar 30 persen kendaraan dinas ITS yang mengikuti uji emisi kali ini.

Dari hasil uji emisi, 95 persen kendaraan roda empat berbahan bakar bensin lolos uji. Sedangkan untuk yang berbahan bakar solar hanya 55 persen yang lolos uji.

"Sementara untuk kendaraan bermotor hampir keseluruhan lolos uji emisi,” imbuh Ketua ITS Smart Eco Campus Dra Dian Saptarini MSc.

Selain untuk mengetahui kelayakan dari kadar emisi terhadap lingkungan, uji emisi kali ini bertujuan juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Khususnya mahasiswa untuk mengurangi pencemaran udara.

“Karena lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, jadi harus dijaga bersama,” kata Dosen Departemen Biologi ITS tersebut.

Di akhir kegiatan uji emisi, dibagikan juga bibit tanaman kepada para peserta uji emisi dengan harapan bibit tersebut dapat ditanam di wilayah masing-masing. Karena untuk mengurangi emisi, dibutuhkan juga tanaman yang berperan dalam menyediakan oksigen dan menyerap karbon gas emisi.

Apa Tanggapan Anda ?