ilustrasi. Anak-anak tengah bermain bola di halaman sekolah.

Opini

(8 + 2) Resep Agar Anak Berkarakter


Siedoo.com, Berita Pendidikan — Seringkali kita mendengar istilah karakter. Banyak media mengulas pentingnya bangsa berkarakter, politisi berkarakter, atau sekarang mulai dikembangkan pengembangan karakter pada anak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata “karakter” adalah tabiat; sifat-sifat kejiwaan; akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain; watak. Sangat mudah kita menemukan orang pintar di era sekarang ini. Akan tetapi, sangat sulit menemukan orang yang mempunyai tabiat, sifat, akhlak, dan budi pekerti yang baik. Seseorang yang mempunyai tabiat yang baik dapat dikatakan berkarakter yang baik.

Seseorang mempunyai tabiat yang baik harus memiliki budi pekerti yang baik. Untuk memiliki budi pekerti yang baik harus selalu berperilaku positif. Untuk selalu berperilaku positif maka harus mempunyai pikiran yang positif. (baca : Mengenal Pembentukan Jenis Karakter).

Untuk berkarakter yang baik, tidak dapat dilakukan  secara instan. Perlu adanya proses dari kecil. Ada pendapat yang mungkin bisa diperdebatkan, untuk menerima pegawai syarat utama bukanlah kepintaran. Tetapi, syarat pertamanya adalah carilah yang mempunyai tabiat/berkarakter yang baik.

Baru kemudian dilihat seberapa pandai/pintar calon pelamar kerja tersebut. Hal ini, karena untuk berkarakter yang baik tidak dapat dengan cara instan. Maka perlu dilatih sedari kecil/anak-anak. Ada beberapa resep agar anak-anak kita nanti mempunyai kebiasaan/tabiat yang baik, sehingga ketika dewasa bisa berkarakter baik.  Diantaranya sebagai berikut  :

1. Tanamkan Iman Agar Berkarakter

Iman/percaya sangat diperlukan karena sebagai dasar pondasi. Dengan mempunyai Iman yang kuat, maka anak akan merasa selalu diawasi. Jika Iman yang lemah, maka merasa takut hanya jika ada orang lain yang melihatnya. Jika tidak ada orang, maka perilakunya berubah 180 derajat, dari baik menjadi sebaliknya.

2. Ajarkan Disiplin

Disiplin juga harus dilatih dari kecil. Orang yang berkarakter baik, selalu disiplin dalam segala hal. Dengan membiasakan disiplin maka dapat membagi waktu dengan baik, sehingga hidupnya dapat di rencana dengan benar.

Bandingkan dengan anak yang tidak diajarkan disiplin dari kecil. Hidupnya akan serba seenaknya, sering melanggar aturan yang ada. Dan akibatnya akan merugikan orang lain.
(baca : TNI tanamkan Kedisiplinan ke Generasi Muda)

3. Kita Sebagai Orangtua Menjadi Contoh Baik

Anak yang berkarakter baik, perlu seseorang yang dijadikan contoh atau panutan. Dari hubungan yang ada, anak pasti dekat dengan orangtuanya. Untuk itu, kita sebagai orangtua perlu menjadi contoh yang baik terlebih dahulu.

Ini karena, setiap hari selama 24 Jam, anak selalu melihat dan mengikuti perilaku orang tua. Anak sangat sulit jika disuruh ini itu, tetapi sangat mudah mengikuti apa yang orang tua lakukan. Untuk itu, mulailah berperilaku yang baik agak anak kita mencontoh yang baik juga.

4. Ajarkan Keadilan

Ajarkan keadilan sedari kecil. Adil disini bukan sesuai yang selalu sama. Tetapi, dapat menempatkan porsi sesuatu pada tempatnya. Jika sedari kecil sudah diajarkan sifat demikian, maka hati nuraninya akan baik. Karena tidak muncul perasaan egois disana. Jika perasaan egois muncul, maka akan mengakibatkan sifat “kepala batu”.

5. Ajarkan Budaya Minta Maaf Jika Salah

Banyak anak, jika melakukan kesalahan malu untuk meminta maaf. Atau justru takut untuk meminta maaf. Jika tidak dilatih dari kecil, maka rasa takut atau malu akan muncul dan mengakibatkan menyepelekan ucapan minta maaf.

Walaupun melakukan kesalahan sekecil apapun, haruslah meminta maaf. Jika tidak diajarkan sedari kecil, untuk meminta maaf, bisa jadi orang yang disalahi tersebut akan muncul dendam. Akibatknya kita sendiri yang rugi.

6. Ajarkan Suka Memberi dan Menolong

Tanamkan kebiasaan memberi dan menolong. Tanamkan kesadaran bahwa kita membutuhkan orang lain. Kita tidak dapat hidup sendiri. Seperti salah satu penggalan lirik lagunya Bang Iwan Fals:

“Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi”. Beri pemahaman memberi itu tidak mengurangi yang dipunyai. Tetapi, sebaliknya akan menambahkan.

7. Ajarkan Selalu Bersyukur

Ajarkan rasa syukur kepada anak, karena dengan bersyukur menandakan kita berterima kasih atas nikmat yang diberikan kepada kita. Dengan bersyukur, maka mengajarkan anak tentang kebaikan Allah kepada makhluknya. Selain itu juga mengajarkan bahwa banyak yang kurang beruntung dibanding kita. Dengan demikian, anak dilatih untuk menjaga pemberian Allah tersebut.

8. Ajarkan Berdoa

Perlu mengajarkan berdoa kepada Allah. Karena, dengan berdoa mengajarkan bahwa kita sebagai manusia makhluk sempurna, tetapi masih ada kekurangan. Dengan berdoa mengharap kemudahan dari Allah terhadap ujian yang diterima dan mengajarkan tawakal. Berdoa ini membuat semangat bagi anak kita agar lebih berusaha sebaik-baiknya. Karena, Allah hanya mengabulkan doa bagi yang sudah berusaha sekuat-kuatnya.

9. Ajarkan Jujur Suatu Keutamaan

Jujur sekarang ini bisa disebut mahal. Misal kita menemukan suatu barang dijalan, apa yang akan kita lakukan? Dengan kejujuran ini maka akan muncul rasa percaya.

Seseorang akan lebih mempercayakan sesuatu kepada orang yang jujur, bukan orang yang pintar. Karena kepercayaan membuat perasaan aman, tenang dan tidak was-was. Berbeda dengan orang yang tidak jujur, sikap orang terhadapnya justru sebaliknya.

Orang yang tidak dipercaya, pasti akan sulit dipercaya untuk melakukan tugas. Untuk itu jaga kepercayaan, karena sedikit saja kepercayaan itu rusak, maka itu akan diingat-ingat terus.

10 Beri Pemahaman Maksud Sebab Akibat di Segala Aspek

Resep terakhir, jangan lupa diajarkan terkait pemahaman sebab-akibat. Hal ini penting, dengan mengajarkan sebab akibat, maka mengajarkan anak untuk lebih bertanggung jawab dan berhati-hati. Tidak akan mudah menyalahkan orang lain.

Contohnya, anak jatuh karena tersandung meja. Sebagai orangtua harusnya memberikan pemahaman agar anak berhati-hati sehingga kedepan tidak terulang kejadian serupa. Jangan malah menyalahkan meja yang tidak salah. Jika itu dilakukan, maka anak cenderung akan mencari siapa yang disalahkan, bukan mencari solusinya.

10 pemahaman tersebut sebaiknya diajarkan sedari anak masih kecil. Karena, dari perbuatan kebaikan kecil dan dilakukan secara continue, membuat anak mempunyai budi pekerti yang baik.

Jika hal itu diajarkan secara pelan-pelan setiap hari, maka akan membentuk anak mempunyai tabiat yang baik. Dengan demikian, anak bisa memiliki karakter yang baik. Agar mudah anak memahaminya, berilah contoh dengan perilaku kita sebagai orang tua dan berilah pemahaman dengan contoh yang mudah dipahami sesuai usianya.

Dengan memberikan pendidikan karakter hari ini, maka hasilnya baru didapatkan ketika anak dewasa. Jadi, sebagai orang tua berilah contoh baik, bersabarlah, dan teruslah berdoa. Semoga tawakal kita membuat anak kita berkarakter baik.

Apa Tanggapan Anda ?