Walikota Magelang Sigit Widyonindito (putih) dan Wakil Walikota Windarti Agustina mengunjungi korban kebakaran dan menyerahkan bantuan.

Daerah

Bantuan Khusus Pendidikan untuk Korban Kebakaran


MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah memberikan perhatian khusus terhadap korban kebakaran rumah di Kampung Tidar Campur, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Apalagi, diantara keluarga korban ada dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Pemerintah memberikan perhatian berupa bantuan di bidang pendidikan.

Selain memberi bantuan barang kebutuhan pokok dan renovasi rumah, Pemerintah juga akan membantu pendidikan dua anak yang masih bersekolah di SD Negeri Tidar 5 Kota Magelang.

“Nanti dari jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan membantu memastikan pendidikan kedua anak korban,” jelas Walikota Magelang Sigit Widyonindito saat menyambangi rumah korban Jumat (13/4/2018).

Musibah yang menimpa salah satu warga Mulyono, menarik simpati beberapa pihak. Walikota menyempatkan diri berkunjung ke rumah Mulyono bersama Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina dan sejumlah pejabat lain.

“Saya ikut berduka cita atas musibah yang menimpa salah satu anggota petugas Pemadam Kebakaran di Kota Magelang ini,” kata walikota.

Ia pun berjanji akan membentuk tim yang tugasnya menghimpun donasi untuk warga Kota Magelang yang terdampak musibah. Termasuk membantu renovasi rumah Mulyono yang rusak berat. Ia mengaku siap dan biasa bergotong-royong untuk membangun kembali rumah korban bencana.

“Nanti saya kerahkan tim, dari Baznas ada, dari mana-mana. Pemerintah memang tidak menganggarkan tapi harus ditradisikan, kalau ada saudara kita yang kena musibah perlu sengkuyung, dimana saja,” katanya.

Sementara itu, Mulyono berterimakasih kepada Pemerintah Kota Magelang yang telah memperhatikannya serta memberi bantuan. Terutama perhatian besar kepada dua putranya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Alana Bernice Saputra (13) dan Alfian Dwi Naufal (7).

Mulyono yang juga Wakil Komandan Regu UPTD Pemadam Kebakaran Kota Magelang mengaku terpukul dengan musibah yang menimpanya. Apalagi, dia harus kehilangan istri tercintanya yang meninggalkan dua orang anak.

“Jujur saya terpukul, menyesal, tapi saya harus tegar dan ikhlas, semua dari Allah,” kata Mulyono.

Apa Tanggapan Anda ?