Para siswa SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sedang praktik keterampilan memanfaatkan limbah rumah tangga. Mereka belajar membuat kerajinan dari limbah.

Daerah

Siswa Diajari Manfaatkan Limbah Rumah Tangga

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Limbah rumah tangga sangat banyak. Baik itu berupa sampah organik atau anorganik. Sampah oleh sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Tentu anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena sampah di tangan orang yang kreatif, dapat digunakan kembali menjadi benda hias maupun benda pakai. Bahkan, bisa mendatangkan keuntungan dan menjadi peluang usaha.

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Baik produksi pada suatu industri maupun rumah tangga yang sudah tidak digunakan lagi. Seperti plastik, kertas, kayu, dan sebagainya.

Salah satu limbah rumah tangga yang dapat disulap menjadi benda hias atau benda pakai adalah gelas plastik bekas. Pada acara besar seperti resepsi pernikahan, pastinya akan menghasilkan sampah dalam jumlah yang besar.

Gelas minuman menjadi salah satu sampah yang mendominasi pada sampah yang dihasilkan oleh acara besar tersebut. Dalam skala kecil hal itu bisa terjadi di rumah atau di sekitar sekolah.

Keterampilan memanfaatkan limbah rumah tangga sangat perlu diajarkan kepada para siswa. Agar mereka memiliki jiwa kreatif memanfaatkan limbah. Seperti diajarkan para guru kepada siswa SD Negeri Jogomulyo, Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah (12/4/2018).

Mula-mula siswa diminta mengumpulkan limbah berupa gelas minuman plastik dari sekitar rumah atau sekitar sekolah. Usai dicuci bersih dan dikeringkan, mereka diajari membuat benda hias dan benda pakai dari limbah tersebut.

Menurut guru pembimbing, Suhadiyah SPd, mengajari siswa membuat keterampilan dari limbah rumah tangga memiliki beberapa manfaat. Seperti menanamkan cinta lingkungan kepada siswa, melatih bekerjasama, ketelitian, kesabaran, dan daya kreasi pada diri para siswa.

“Berbagai manfaat tersebut akan menjadi bekal bagi siswa hingga dewasa kelak,” katanya.

Benda hias atau benda pakai yang dibuat dari gelas plastik bekas seperti, vas bunga kering, tempat pensil, kerang sampah, kerajang pakian kotor, piring, dan sebagainya.

Menurut Suhadiyah, banyak yang diajarkan kepada siswa keterampilan pemanfaatan limbah rumah tangga. Seperti pemanfaatan kardus bekas, botol plastik bekas, dan tas plastik bekas.

Suhadiyah berharap minimal para siswa memiliki keterampilan pemanfaatan limbah rumah tangga dan bisa ditularkan kepada orang lain di lingkungan tempat tinggalnya.

“Sehingga mereka memiliki andil mengurangi sampah di lingkungannya sebagai wujud cinta lingkungan,” katanya berharap.

 

*Narwan, S.Pd
Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran,
Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

 

Apa Tanggapan Anda ?