Ilustrasi, saat anak menanam pohon. Sumber Net

Opini

Ajak Anak Mencintai Bumi, Dimulai dari Keluarga


Siedoo, SEBAGAI generasi penerus, anak-anak perlu diajak mencintai bumi sebagai tempat mereka berpijak. Mengajak mereka mulai mencintai lingkungan merupakan awal baik menanamkan rasa memiliki, merawat, dan melestarikan bumi. Akrab dengan lingkungan, mengajarkan kepada anak rasa hormat  kepada alam dan kelak mereka tidak melakukan tindakan yang merusak alam.

Memang di era modern ini, mengajarkan anak mencintai lingkungan, mencintai bumi, atau mencintai alam merupakan tindakan yang penuh tantangan. Karena saat ini anak banyak menggunakan waktu di dalam ruangan. Seperti sekolah, les, belajar, menonton TV, atau bermain game. Sebagian besar aktivitas itu dilakukan di dalam ruangan.

Anak merupakan peniru ulung. Mereka dengan mudah akan melakukan apa yang mereka lihat. Karena itu aksi nyata lebih baik ketimbang sekadar imbauan.

Setelah itu, ajak anak untuk ikut serta melakukannya. Sehingga hal yang paling mudah adalah memberi contoh nyata tindakan orang tua di rumah. Seperti membuang sampah pada tempatnya, memanfaatkan limbah rumah tangga, dan lainnya.

Mengajak dan mengajari anak menanam tanaman hias di rumah, memberi contoh menyiram dan merawat tanaman merupakan tindakan sederhana yang bisa dilakukan orang tua. Tidak perlu harus paham tentang ilmu pertanian secara detail untuk mengajarkan menanam tanaman hias kepada anak-anak kita. Cukup ilmu turun-temurun dari nenek moyang bagaimana mereka menanam tanaman di lingkungan rumah atau di dalam pot kecil.

Kegiatan itu bisa dikembangkan dengan kegiatan serupa, namun tidak sekedar tanaman hias. Bisa tanaman sayuran atau tanaman obat. Bisa juga dengan menanam pohon buah-buahan atau pohon peneduh di halaman rumah.

Bagi yang tak memiliki halaman cukup luas bisa menanam pohon buah dalam pot besar. Seperti sawo, jambu biji, sirsat, atau lainnya. Terlebih saat ini banyak tanaman buah yang mudah tumbuh dan cepat berbuah.

Ketika akan menanam pohon di halaman rumah, lakukan kegiatan ini bersama-sama. Mulai dari menentukan pohon yang akan ditanam, lalu melibatkan anak juga dalam kegiatan menanam pohon.

Buatlah kegiatan menanam pohon yang menyenangkan bagi anak. Jelaskan pula kepada anak, bahwa pohon yang ditanam akan membuat rumah lebih teduh dan membantu menyimpan cadangan air.

Aktivitas menanam atau berkebun juga memberikan dampak positif pada anak. Anak merasa dekat dengan bumi, dan berlatih bersabar. Bercocok tanam juga melatih indera anak, belajar bekerja sama, menghargai sebuah proses dan memahami asal makanan.

Pada kegiatan ini anak-anak bisa melihat langsung proses ketika benih mulai ditanam. Merawat hingga akhirnya tiba waktu panen.

Begitu banyak manfaat mengajarkan anak mencintai tanaman. Kita bisa menerangkan tentang tanggung jawab universal manusia untuk menjaga kelestarian alam, atau bisa juga dengan menularkan rasa cinta pada aneka tanaman yang ada di lingkungan rumah.

Meskipun hal ini sudah diajarkan oleh guru-guru mereka di sekolah, tentu akan lebih bermakna dan mengena, apabila mereka kita libatkan langsung untuk aktif merawat tanaman di sekitar rumah kita. Apa yang didapat di sekolah mungkin sedikit banyak sudah mengkarakter bagi anak-anak, setidaknya untuk tidak merusak tanaman.

Rasa cinta kepada tanaman akan labih berkesan bila mereka kita libatkan untuk merawat tanaman. Mulai dari menanam, mengamati pertumbuhannya, hingga menanti bunga atau buah-buahnya. Dengan tindakan semacam itu, akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan ini berefek pada ketenangan jiwa dan kontrol emosi yang lebih stabil pada anak-anak kita.

 

Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran

Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?