Siswa SMP sedang menerjakan USBN tahun lalu. foto: pikiranrakyat

Daerah

USBN SMP, Memerlukan Integritas

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

DENPASAR – Pembuatan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk SMP/MTs tidak berasal dari satu sumber, Pemerintah pusat saja. Daerah pun juga ikut terlibat. Pembagiannya antara 25 persen dari pusat, 75 persen dari daerah.

Mulai Senin hingga Senin berikutnya, 9 hingga 16 April 2018, siswa di jenjang SMP, termasuk di Bali, akan menjalani USBN. Ada 11 mata pelajaran yang akan diujikan di pulau yang terkenal dengan tempat pariwisatanya Itu. Apa saja mata pelajarannya:

1. Bahasa Indonesia
2. Seni Budaya
3. Matematika
4. PPKn
5. Bahasa Inggris
6. IPS
7. IPA
8. PJOK
9. Prakarya
10. Bahasa Bali
11. Pendidikan Agama dan Budi Pakerti

USBN tersebut, jadwal sebenarnya sampai Sabtu 14 April 2018, berhubung ada tanggal merah, sehingga dipindah di hari lain.

“Maka dipindah ke Senin berikutnya,” kata Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Denpasar AA Gede Wiratama, sebagaimana ditulis nusabali.com.

Di pihak lain, Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa menyatakan, guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang terlibat menyusun soal mata pelajar. Nantinya soal yang digarap tidak melebihi kapasitas siswa.

Dijelaskan, target kelulusan di kurikulum 2013 bukan soal nilai tertinggi. Namun, lebih mengacu pada nilai integritas. Ia mengaku sejauh ini Buleleng mendapatkan nilai cukup baik terkait integritas pelaksanaan USBN maupun Ujian Nasional dengan angka 61,9.

Angka tersebut juga dikatakan Suyasa masih perlu dipacu dan ditingkatkan. Namun jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di Bali, Buleleng menduduki posisi cukup tinggi sebagai penyandang Kota Pendidikan.

“Integritas ini yang kini diperlukan dalam pendidikan karakter, karena dari beberapa riset di negara maju menyebutkan daerah yang memiliki nilai integritas bagus, maka akan diikuti oleh prestasi yang baik,” tandasnya.

USBN Tranformasi dari UN

Sebagaimana diketahui, bawha USBN merupakan pengganti dari UN (Ujian Nasional). Ada perbedaan antara USBN dan UN. USBN materinya ditambah berupa soal esai. Perbedaan kedua, materi pembuatan soal diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi menyarakan pemerintah pusat menyisipkan beberapa pertanyaan. Baik berupa pilihan ganda atau esai yang berfungsi sebagai indikator standar nasional. Selama ini, materi soal UN hanya berupa pilihan ganda dan dibuat sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

“Soal esai ini untuk menggali kemampuan siswa agar berlatih berpikir kritis. Selama ini kan dalam UN tidak ada. Soal sisipan dari pemerintah pusat itu, tak akan berbeda-beda di setiap daerah. Wong namanya standar nasional, masa dibeda-beda,” jelasnya sebagaimana ditulis Pikiran Rakyat.

Apa Tanggapan Anda ?