Anak-anak saat mewarnai celengan bersama-sama. Pusat perbelanjaan pun bisa menjadi ruang untuk belajar.

Daerah

Sampaikan Pesan Khusus melalui Pewarnaan Celengan

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

YOGYAKARTA – Ruang proses belajar mengajar tidak hanya terpaku pada sudut bangunan sekolah semata. Di pusat perbelanjaan, bisa jadi tempat interaksi tentang dunia pendidikan. Seperti yang dilakoni anak-anak dari TK dan SD As Syafi’ah Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mereka mengikuti Workshop Edukasi “Melukis Celengan dari Gerabah“ di Galeria Mall Yogyakarta. Konsep kegiatan mengambil thematik celengan tersebut bukan tanpa alasan. Pesan moral yang disampaikan membiasakan anak – anak untuk membudayakan rajin menabung atau menyisihkan uang saku di celengan.

Melalui kegiatan itu, diharapkan anak – anak dapat memiliki bekal uang untuk keperluan kebutuhan sarana penunjang pendidikan di sekolah. Semisal untuk membeli buku, seragam, piknik dan lainnya.

“Mall atau swalayan tidak hanya sekedar sebagai tempat berbelanja. Namun, sebagai alternatif tempat edukasi sekaligus sebagai destinasi lucu, tempat berwisata,” ujar Priyo PR, Instruktur Edukasi “Omah Sawah Borobudur” yang juga terlibat dalam acara.

Diambilnya obyek celengan tanah liat ini untuk melestarikan hasil kerajinan sentra masyakat sebagai warisan produk lokal peninggalan nenek moyang. Mengingat, gerusan produk impor banyak memasarkan aneka produk serupa yang terbuat dari plastik.

“Sehingga, kalau kita tidak mewariskan kesadaran memelihara dan melestarikan produk kerajinan gerabah, maka produk ini akan ditinggalkan konsumen dan musnah tinggal kenangan,” jelas Priyo, sekaligus anggota PAKYO (Paguyuban Kartunis Yogyakarta) ini.

Salah satu guru Ajeng turut merasakan kesenangan terkait terselenggaranya acara itu. Anak – anak punya pengalaman baru ekspansi ke luar sekolah. Diharapkan, nantinya siswa mampu mengekspresikan pengalamannya melalui imaginer kreatif berkarya dan bercerita lewat kemampuan sensor motoriknya.

Memamerkan Hasil Karya Pewarnaan Celengan

Saat proses pewarnaan selesai dan menjadi lukisan, dari Galleria memberikan apresiasi berupa voucher belanja, voucher makan, dan aneka voucher permainan di SUBA lantai 3. Lengkap dengan arena time zone kepada seluruh anak – anak yang ikut pelatihan edukasi. Kartu voucher secara simbolis diberikan Marketing Galeria Nadhira kepada Ir Girika Gajatri, Konseling Edukasi anak anak.

Apa Tanggapan Anda ?