Ilustrasi: Guru menanamkan cinta lingkungan alam sekitar kepada siswa sambil belajar mengenai alam sekaligus berolahraga dan berekreasi.

Opini

Alam Sekitar Sebagai Media Pembelajaran


Siedoo, CINTA lingkungan bukanlah hal yang secara instan muncul dalam kehidupan seseorang. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar perlu diperkenalkan sejak dini, termasuk kepada siswa. Caranya dengan sekaligus memanfaatkan lingkungan alam sebagai media pembelajaran.

Jenis lingkungan sebagai media pembelajaran untuk siswa SD sangat banyak dan beragam. Dengan demikian, guru perlu memiliki kemampuan untuk mengindentifikasi berbagai potensi yang ada pada lingkungan tersebut, dikaitkan dengan kemampuan yang harus diperoleh siswa. Khususnya yang telah tertera dalam kurikulum. Misalnya, berupa rumusan kompetensi untuk mata pelajaran tertentu.

Demikian pula guru pun harus mampu memanfaatkannya secara maksimal. Sehingga, dapat membantu mengembangkan berbagai potensi dan kemampuan siswa secara optimal. Potensi lingkungan yang demikian banyak tersebut akan menjadi sia-sia jika guru tidak peka dan tidak kreatif dalam memanfaatkannya.

Sebenarnya lingkungan menjadi media pembelajaran yang potensial, faktual serta fungsional bagi anak dalam mencapai kemampuan-kemampuan belajar yang diharapkan.

Pada dasarnya, semua lingkungan yang ada di sekitar siswa dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di SD. Hal itu sepanjang relevan dengan kompetensi dasar dan hasil belajar yang diharapkan dicapai siswa. Dari semua lingkungan yang dapat digunakan dalam proses pendidikan dan pembelajaran, secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga macam lingkungan belajar. Yakni, lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan buatan.

Manfaat media berbasis lingkungan seperti: siswa dapat lebih memahami gejala-gejala alam yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, siswa dapat memperlakukan alam sebagai satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh, lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari siswa, dan penggunaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningfull learning).

Dengan memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di linkungan siswa, dapat memungkinkan terjadinya proses pembentukan kepribadian siswa ke arah yang lebih baik. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik bagi siswa. Sebab, lingkungan menyediakan media pembelajaran yang sangat beragam dan banyak pilihan.

Selain itu, memanfaatan lingkungan menumbuhkan aktivitas belajar sswa yang lebih meningkat dengan dimungkinkannya penggunaan berbagai cara atau metode pembelajaran yang bervariasi.

Lingkungan alam atau lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah. Seperti, sumber daya alam (air, hutan, tanah dan batu-batuan), flora dan fauna, fenomena alam (sungai, danau, gunung, pegunungan, lembah, ngarai, pantai, laut), serta  cuaca, iklim, dan berbagai musim.

Lingkungan alam sifatnya relatif menetap. Oleh karena itu jenis lingkungan ini akan lebih mudah dikenal dan dipelajari oleh siswa. Sesuai dengan kemampuannya, siswa dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan dialami dalam kehidupan sehari-hari, termasuk juga proses terjadinya.

Misalnya mengenai terjadinya perubahan siang dan malam, suhu udara pagi dan siang hari, hujan dan panas. Masalah kerusakan lingkungan dan penyebabnya dapat juga dipelajari oleh siswa. Seperti erosi, hutan gundul, pencemaran air, udara, tanah, dan sebagainya. Tentu saja cara mempelajarinya harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa SD.

Dengan mempelajari lingkungan alam ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami gejala-gejala alam yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari. Lebih dari itu diharapkan juga dapat menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam. Siswa tentu akan memperoleh susuatu yang sangat berharga dari kegiatan belajarnya yang mungkin tidak akan ditemukan dari pengalaman belajar di kelas.

Dengan mempelajari lingkungan alam sekitar, siswa dapat memperlakukan alam sebagai satu kesatuan utuh dan menyeluruh. Alam tidak dipandang sebagai ciptaan Tuhan yang berdiri sendiri dan sia-sia. Melainkan sebagai tempat berinteraksi.

Berinteraksi dengan lingkungan alam sekitar akan menimbulkan penghayatan baru dalam diri siswa tentang keterkaitan antarlingkungan. Penghayatan baru terhadap keterkaitan berbagai lingkungan, akan lebih mendalam dan meluas manakala didukung oleh praktik pendidikan lingkungan yang terencana dan berkesinambungan.

 

*Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran

Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?