Rektor ITS Prof Joni Hermana (kanan) saat menerima piagam akreditasi IABEE. Teknik Kelautan ITS meraih akreditasi internasional setelah melalui berbagai tahapan.

Internasional

Tantangan ITS Setelah Terakreditasi Internasional


JAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur kembali mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Departemen Teknik Kelautan berhasil memperoleh Akreditasi Provisional dari Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Selama ini, IABEE dikenal sebagai lembaga akreditasi internasional yang mengacu pada Washington Accord sebagai salah satu standar akreditasi internasional bidang teknik.

Akreditasi Provisional dari IABEE ini diserahkan oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr Hermanto Dardak, dalam acara Dissemination of International Accreditation, IABEE Inauguration and International Seminar on Quality of Engineers di Hotel JS Luwansa Jakarta. Bersamaan dengan akreditasi yang diterima Departemen Teknik Kelautan ITS yang diwakili oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD, akreditasi IABEE juga diberikan kepada lima universitas lain.

Diantaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Islam Indonesia (UII), Telkom University, dan Universitas Surabaya (Ubaya).

ITS memang terus berupaya meningkatkan kualitasnya agar mendapat pengakuan. Baik di skala nasional maupun internasional melalui perolehan berbagai akreditasi. Salah satunya ditunjukkan melalui hal tersebut.

Sebagai prodi pertama di ITS yang terakreditasi IABEE menjadi suatu kebanggaan. Sekaligus sebuah tantangan agar minimal selalu mempertahankannya, dan tertantang untuk menjadi lebih baik lagi.

“Khususnya dalam menyongsong full accreditation IABEE pada dua tahun mendatang,” kata Kepala Departemen Teknik Kelautan ITS, Dr Eng Rudi Walujo Prastianto ST MT.

Akreditasi IABEE menekankan pada implementasi pendidikan berbasis capaian pembelajaran (outcome based education). Sehingga, menjamin pemenuhan proses perbaikan berkelanjutan.

Pria yang akrab disapa Rudi ini juga menjelaskan, sebelumnya Departemen Teknik Kelautan sendiri sudah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Jadi sudah saatnya untuk melangkah menuju akreditasi internasional.

Berangkat dari alasan tersebut, pria yang memperoleh gelar sarjananya di ITS ini memutuskan mendaftarkan Departemen Teknik Kelautan yang dipimpinnya saat ini untuk mengikuti proses akreditasi internasional dari IABEE. Setelah melalui serangkaian penilaian, mulai dari penilaian tahap awal via pengisian data online hingga visitasi oleh para reviewer IABEE, akhirnya Program Studi (Prodi) Sarjana Teknik Kelautan, Departemen Teknik Kelautan mendapatkan akreditasi provisional yang bertaraf internasional dari IABEE.

Pria lulusan Osaka Prefecture University (OPU) Jepang ini menuturkan, perjuangan yang dilakukan sejak November 2017 oleh Sekretaris Departemen Teknik Kelautan Dr Yoyok Setyo Hadiwidodo ST MT, koordinator bersama tim persiapan akreditasi IABEE Teknik Kelautan. Perolehan akreditasi tingkat internasional ini bertujuan mendukung cita-cita ITS. Yakni menjadi World Class University (WCU).

“Tidak cukup akreditasi nasional saja yang kita perlukan untuk mendukung program WCU dari ITS ini,” jelas pria kelahiran Bojonegoro, 8 Mei 1971 ini.

Apa Tanggapan Anda ?