Hasil corat-coret merusak (vandalisme) di tembok sebuah gedung Sekolah Dasar (SD).

Opini

Vandalisme dan Eksistensi Remaja

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

SiedooVANDALISME semakin marak dilakukan kalangan remaja. Hal ini merupakan tindakan salah kaprah dalam menunjukkan eksistensi dan jati diri remaja. Terlebih lagi, pelakunya adalah pelajar.

Selain itu, vandalisme merupakan salah satu tindakan kriminalitas. Sehingga, penting dihindari oleh siapa pun.

Semakin hari tindakan negatif ini semakin banyak dilakukan remaja dewasa. Diantara pelakunya adalah pelajar yang masih aktif belajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahkan, saat ini telah ditiru oleh pelajar SMP dan SD.

Tindakan tersebut tidak terlepas dari peran orang tua dan sekolah dalam membentuk kepribadian dan karakter anak. Di samping itu lingkungan juga sangat berpengaruh karena di sinilah tempat mereka beraktivitas sehari-hari.

Secara umum, vandalisme diartikan sebagai tindakan perusakan dan penistaan terhadap segala sesuatu yang indah dan terpuji. Tindakan yang dikategorikan sebagai vandalisme lainnya yaitu perusakan criminal, pencacatan, graffiti, dan hal-hal lainnya yang bersifat mengganggu.

Aksi vandalisme tak mengenal tempat khusus. Bisa di tembok rumah, jembatan, pertokoan, tempat wisata, batu di pegunungan, patung, tugu, bangunan bersejarah, tempat ibadah, dan sebagainya.

Sering kali kegiatan vandalisme ini dikaitkan dengan kegiatan remaja. Jika isu vandalisme di kalangan remaja ini tidak ditangani dengan segera, bisa berakibat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Terdapat beberapa sebab timbulnya gejala vandalisme ini di kalangan remaja. Pertama, Sikap diri remaja itu sendiri. Remaja melakukan vandalisme karena mereka memiliki sikap apatis terhadap kehidupan keseharian. Remaja juga tidak memikirkan masalah yang akan dihadapi oleh orang banyak dan kerugian yang ditimbulkan dari aksinya.

Kedua, sikap negatif keluarga. Sikap negatif keluarga juga turut menjadi faktor penyebab remaja melakukan vandalisme. Kebiasaan orang tua tidak menegur sikap anak yang bersikap negatif.

Jika orang tua tidak mengambil tindakan yang seharusnya untuk menghentikan sikap negatif anak, hal ini akan berpengaruh apabila mereka berada di luar rumah. Oleh itu, seharusnyanya orang tua memberi pendidikan agama dan moral kepada anak-anak sejak kecil agar mereka tidak bersikap negatif.

Ketiga, pengaruh teman. Sebagian permasalahan vandalisme adalah karena pengaruh teman. Sebagian besar remaja memilih teman yang baik agar mereka terdorong untuk turut melakukan hal yang baik juga. Jika remaja salah memilih teman, pasti mereka akan terjerumus dalam kegiatan negatif seperti vandalisme.

Vandalisme merupakan cara salah dalam menunjukkan eksistensi remaja. Mereka tidak mengetahui atau mungkin tidak mau tahu dampak buruk dari aksi vandalisme. Dampak yang sangat merugikan baik dirinya sendiri maupun orang lain. Dampak buruk yang ditimbulkan oleh aksi vandalisme antara lain:

  • Perusakan lingkungan. dari pengertian di atas kita mengetahui bahwa vandalisme adalah tindakan perusakan terhadap segala sesuatu yang indah atau terpuji. Maka dari itu dengan adanya aksi ini maka lingkungan yang seharusnya indah terawat akan rusak atau menjadi seolah tak terawat.
  • Mengganggu ketertiban. Tidak hanya rusaknya lingkungan, namun ketertiban juga akan terganggu akibat adanya aksi vandalisme ini. Karena pada dasarnya remaja yang melakukan vandalisme akan melanggar tata tertib yang ada.
  • Mengganggu kenyamanan. Vandalisme yang dilakukan remaja tentu akan menggangu kenyamanan orang lain. Misalnya perusakan fasilitas umum yang disebabkan oleh aksi vandalisme remaja. Maka hal ini akan mengganggu kenyamanan orang lain yang akan menggunakan fasilitas tersebut.

Pada dasarnya remaja melakukan aksi vandalisme adalah untuk menunjukan eksistensi dan menunjukan identitas pribadi maupun kelompok. Maka solusi yang harus diberikan adalah remaja butuh diperhatikan dan diakui keberadannya dan dipenuhi segala kebutuhanya, agar kemampuan yang mereka miliki tersalur ke hal-hal positif.

Sudah banyak kerugian harta maupun benda yang disebabkan aksi vandalisme. Masyarakat juga semakin geram dengan maraknya aksi para remaja yang sangat mengganggu tersebut. Sehingga, perlu segera mendapat penanganan serius dari berbagai pihak. Utamanya para penegak hukum.

Aparat penegak hukum sudah seharusnya turun langsung ke lapangan guna membantu mangatasi aksi negatif remaja ini. Perlu tindakan yang menimbulkan efek jera bagi para pelaku. Namun, semua itu tetap membutuhkan payung hukum yang jelas dan tegas agar tidak berdampak lebih buruk bila penanganan aksi vandalisme itu dilakukan.

 

*Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo

Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Apa Tanggapan Anda ?