Guru di sekolah pedalam memberikan penjelasan ke siswa. foto: tribunnews

Nasional

Pemerintah Buka CPNS, Tapi GTT Justru Cemas


SURABAYA – Juni bisa menjadi bulan mendebarkan bagi yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi PNS. Sebab, bulan keenam dalam kalender masehi tersebut, bakal menjadi awal pendaftaran CPNS tahun 2018.

Berbagai daerah juga telah mengusulkan kuota CPNS ke pemerintahan pusat. Kota Surabaya, Jawa Timur mengajukan 513 formasi. Kebanyakan untuk formasi kebutuhan tenaga guru. Terutama guru SD dan guru kelas.

Tetapi, rupanya hal itu masih menjadi rasa cemas bagi GTT dan guru honorer yang sudah berusia 35 tahun. Peluang mereka untuk mendaftar sudah tidak bisa.

“Dengar CPNS hanya bikin kami cemas. GTT tidak akan bisa ikut karena batasan usia maksimal tes CPNS 35 tahun,” kata Koordianor GTT PTT Jawa Timur Eko Mardiono, sebagaimana ditulis Tribunnews.

Ia sudah 15 tahun bertugas di sebuah SMP negeri di Surabaya. Eko berharap kuat, agar rekrutmen CPNS 2018 mengakomodasi kepentingan honorer.

“Saat ini GTT dan PTT sedih belum gajian karena dana Bos dan Bopda di Surabaya belum cair. Yang makin sedih setelah tahu kalau tes CPNS besok, kami tidak bisa ikut tes,” tambah Eko.

Beberapa waktu lalu, GTT maupun PTT di Surabaya sempat terhibur karena gaji mereka lumayan besar.

GTT PTT yang mengajar di sekolah negeri bergaji UMK Surabaya Rp 3,2 juta. Namun, setelah jenjang SMA dan SMK diambil alih provinsi, honor mereka minim.

Eko bersama ribuan GTT dan PTT seluruh Jatim kini terus mendesak agar ada revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada rekrutmen CPNS tahun ini, harus mengakomodasi kepentingan honorer. Total GTT PTT Jatim mencapai 9.317.

Apalagi mereka merasa tidak bisa dikompetisikan dengan para lulusan perguruan tinggi yang baru saja lulus.

“Mereka ilmunya masih segar. Namun kami kaya pengalaman dan loyalitas tinggi. Harus ada kebijakan khusus dalam rekrutmen CPNS tahun ini,” tambah Eko.

Di Kota Surabaya, dari jumlah 513 formasi yang sudah diajukan ke pusat, tenaga pendidik dan kependidikan butuh 344 kursi. Selain guru SD, guru mata pelajaran untuk SMP juga akan dibuka rekrutmen.

Untuk tenaga teknis akan dicari para lulusan akuntansi, IT, dan tenaga teknis lain. Sebanyak 120 formasi diajukan ke pusat untuk kebutuhan tenaga teknis ini.

Kemudian dibutuhkan 49 tenaga di bidang kesehatan, dokter, bidan, apoteker, serta mayoritas dicari perawat.

Tenaga Pendidik dan Kesehatan Paling Dibutuhkan

Menteri PAN-RB Asman Abnur menuturkan pendaftaran CPNS akan diprioritaskan di dua sektor utama. Yakni, pendidikan dan kesehatan.

“Tahun 2018 kami membuka ke seluruh kementerian, lembaga, dan daerah. Tapi, khusus di bidang utama, kesehatan dan pendidikan,” ujar Asman sebagaimana ditulis Serambi Indonesia.

Menurut Asman, saat ini sebaran tenaga pendidik dan kesehatan tidak merata. Mayoritas guru misalnya, masih terpusat di kota-kota besar.

Sementara daerah-daerah terpencil masih kekurangan tenaga pendidik. Sebab itu, nantinya tenaga pendidik dan kesehatan akan diprioritaskan berdasarkan daerah-daerah yang membutuhkan.

“Karena masih banyak guru yang terpusat di perkotaaan, jadi nanti kita fokus penyebaran guru di daerah terpencil,” kata Asman.

Berdasarkan hasil analisis Pusat Data dan Statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016, sebaran kepala sekolah dan guru jenjang SMP di Indonesia belum merata ke seluruh wilayah. Khususnya di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Selain itu, terdapat banyak kabupaten/kota dengan kategori wilayah 3T masih kekurangan kepala sekolah dan guru SMP. Kekurangan berdasarkan pada standar indikator pendidikan nasional yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Apa Tanggapan Anda ?