Lucky Ayu Baitul Putri, gadis kelahiran Magelang 28 Agustus 1999 ini memiliki segudang prestasi.

Tokoh

Lucky Ayu, Pemalu di Kelas Namun Garang di Arena


Siedoo, BAGI gadis manis dan pemalu ini, lahir dari seorang guru bukan berarti harus menjadi guru. Terlebih ayah ibunya membebaskannya untuk menempuh cita-cita.

Bermula dari keinginan hati saat melihat kakak kelasnya dikalungi medali oleh kepala sekolah, pada upacara bendera. Meski saat itu baru kelas VII, dia bertekad bahwa harus bisa seperti kakak kelasnya itu, kelak. Dikalungi medali emas di hadapan ratusan teman sekolahnya.

Itulah yang mendorong Lucky Ayu Baitul Putri. Gadis kelahiran Magelang 28 Agustus 1999 ini. Sejak itu dia mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Taekwondo. Menginjak semester II tahun pelajaran 2012/2013 dia dipilih untuk mengikuti kejuaran bertaraf internasional bertajuk Jakfest 7 International Taekwondo Academy, yang berlangsung di Cibubur, Januari 2013.

Meski baru berlatih selama enam bulan, Lucky berhasil menyabet Juara I di ajang bergengsi yang diikuti beberapa negara itu. Terwujudlah keinginan dikalungi medali emas dalam upacara bendera di hadapan para siswa SMP Negeri 1 Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Hingga kini, sudah lebih dari 20 kejuaraan Taekwondo dia ikuti. Baik di Daerah Magelang atau di luar Magelang. Seperti juara Rektor UMM Taekwondo Championship 2014 sebagai Juara I putri. Menyabet Juara II dalam kejuaraan Taekwondo di Pati, Kendal, Salatiga hingga mewakili kontingen KONI Kabupaten Magelang dalam ajang Porwil Dulongmas (Pekan Olahraga Wilayah Kedu Pekalongan dan Banyumas) Agustus 2015 lalu.

Di ajang ini, Lucky menyabet Juara III Poomsae Beregu Putri. Serta Juara III Taekwondo Pelajar/Mahasiswa Nasional yang berlangsung di Solo, Oktober 2015

Gadis pendiam penyuka nasi goreng ini, tidak hanya mahir Taekwondo. Dalam urusan akademis, Lucky tidak ketinggalan. Dia meraih nilai 100 untuk Matematika. Sedangkan dalam UN SMP tahun lalu, dia meraih jumlah nilai 37,95.

Siswi yang kini duduk di kelas XII IPA SMA Negeri 1 Muntilan, Kabupaten Magelang ini bekeinginan menjadi atlet nasional. Meski sebagai anak dari pasangan guru, Jubat-Sri Wahyuniati, dia tidak ingin menjadi guru. Hingga kini dia masih suka sebagai Taekwondoin, belum berfikir ingin jadi apa selain sebagai atlet nasional kebanggan Indonesia.

Menilik jadwal Lucky, hampir tidak ada hari tanpa berlatih Taekwondo. Tempat latihannya selain bersama klub, penyuka warna hijau ini juga berlatih di Akmil Magelang.

Pada tahun 2016 Lucky menyabet antara lain Juara I Poomsae Perorangan Putri SMA di ajang Magelang Open Taekwondo Championship Walikota Cup IV, Juara I Poomsae beregu Putri POPDA se-Eks Karesidenan Kedu. Dan, Juara I Poomsae Senior Putri dalam kejuaraan Kekadangan Taekwondo Walikota Cup 2017 di Kota Yogyakarta.

Prestasi terakhir Lucky yaitu Juara III Perorangan Senior Putri pada Kejuaraan Daerah Taekwondo Jawa Tengah di Solo, Agustus 2017 dan Juara III Poomsae Individu pada Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Desember 2017 juga di Solo.

 

*Narwan, S.Pd
Guru SD Negeri Jogomulyo, 
Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

 

Apa Tanggapan Anda ?