PENGHARGAAN. Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya Perdana (kanan) saat menerima penghargaan. (foto: istimewa)
Siedoo.com - PENGHARGAAN. Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya Perdana (kanan) saat menerima penghargaan. (foto: istimewa)
Daerah

Bersaing dengan Puluhan Desa, Margoyoso Jawara Lomba KP SPAMS Kabupaten Magelang

MAGELANG, siedoo.com – Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman dengan Badan Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS) Margo Tirto menjadi jawara dalam lomba Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP SPAMS) tahun 2023 tingkat Kabupaten Magelang. Berikut penjelasan kepala desanya.

———

Desa yang berada di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo ini berhasil mengungguli 31 peserta lomba lainnya.

Sebagai Juara II KP SPAMS Gandusari, Kecamatan Bandongan, Juara III KP SPAMS Tirto Nirmolo Ketunggeng, Kecamatan Dukun.

Adapun Juara Harapan I KP SPAMS Tirto Sari Banjarsari, Kecamatan Windusari, Harapan II KP SPAMS Tirto Mulyo Pengarengan, Kecamatan Kaliangkrik dan Harapan III KP SPAMS Berkah Tirta Karangtalun, Kecamatan Ngluwar.

Saat pengumuman juara, Kepala Desa Margoyoso, Adi Daya Perdana diberi kesempatan untuk berbagi tentang pengelolaan air bersih di desanya.

Ia menyampaikan tentang peran dukungan Pemdes dari segi aturan dan tata kelola lembaga desa. Beberapa peserta juga menyampaikan sejumlah pertanyaan pada forum tersebut.

Kades menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Magelang yang memberikan amanah kepada BP SPAMS Margo Tirto menjadi juara satu tingkat Kabupaten Magelang.

Hal ini menambah semangat pengurus dalam mengelola air bersih di desanya.

“Kita mengelola air minum ini dengan niat awal dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat yaitu pemenuhan air bersih,” katanya.

Kades mengatakan, pemerintah desa sebagai penyelenggara dan BP SPAMS sebagai lembaga ditugaskan mengelola air bersih dengan baik. Sehingga, ada kewajiban pengelola untuk melakukan pertanggungjawaban secara periodik.

Minimal pertanggungjawaban satu tahun sekali atau sesuai dengan AD/ART, sehingga terjadi keharmonisan antara penyelenggara dan lembaga pengelola.

“Aset sarana prasana air dibangun oleh pemerintah dan lembaga pengelola juga dibentuk oleh pemerintah. Maka, sudah menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan dalam Laporan Pertanggungjawaban secara publik, terutama kepada masyarakat,” urainya.

Baca Juga :  Perkuat Komitmen Kampus Hijau, IAIN Salatiga Bangun Sumur Resapan

Dalam lomba tersebut diikuti 32 kelompok. Persaingan sangat ketat. Tim juri terdiri dari perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades), DPU PR, dan Asosiasi Tirta Cemerlang.

Desa Margoyoso berhasil sebagai juara I, setelah melalui rangkaian penilaian dan kunjungan ke lapangan.

Piagam dan uang pembinaan diserahkan langsung Plt Kepala Dispermades Labbaika Nugroho kepada perwakilan desa.

Lomba KP SPAMS ini dinilai sangat bermakna. Apalagi diikuti 32 kelompok KP SPAMS se-Kabupaten Magelang.

Peserta lomba terdiri dari Korwil di masing – masing kecamatan dengan memperhatikan tiga aspek. Yaitu, aspek legalitas, kelembagaan, dan kinerja.

“Dengan adanya lomba ini diharapkan bisa menambah semangat  bagi pengurus KP SPAMS maupun pemerintah desa dalam mengelola air. Kedepannya agar dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang Adi Waryanto.

Sekda mengatakan, KP SPAMS tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari Asosiasi SPAMS Perdesaan Tirta Cemerlang. Asosiasi secara kontinyu mendampingi dan membantu menyelesaikan permasalahan KP SPAMS di wilayah Kabupaten Magelang.

Sekda mengatakan, dengan program ini diharapkan masyarakat bisa mengakses air minum dan sanitasi di desa – desa.

Ia menjelaskan, keberadaan KP SPAMS yang berkelanjutan dan pengembangan SPAMS desa sangatlah penting. Untuk itu, perlu adanya tata kelola SPAMS desa yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Salah satunya adanya penetapan tarif atau iuran yang wajar. Artinya, dapat mencukupi untuk operasional petugas SPAM desa. Serta untuk pengembangan sambungan rumah pelanggan,” urainya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Magelang Suroso Singgih Pratomo menambahkan, persoalan air, terutama pada pengelolaan air bersih pada konteks perubahan iklim, kedepannya akan menjadi masalah serius.

Maka dari itu, penguatan lembaga pengelola air di desa, peningkatan kualitas manajemen pengelolaan air yang integratif dengan rencana induk pembangunan desa berkonsep kawasan adalah satu hal yang harus dilaksanakan.

Baca Juga :  Kesejahteraan Petani Belum Optimal, MTCC UNIMMA Adakan Webinar Bersama Kementan RI

“Menjadi juara dalam penilaian lomba pengelolaan air ini adalah  hal yang patut disyukuri sebagai apresiasi atas kerja keras rekan – rekan pengelola. Termasuk dalam upaya serius penerapan kaidah – kaidah ilmu pengelolaan air beserta peraturan peraturannya,” jelasnya.

Ia berharap lembaga pengelola air bersih di pedesaan bisa terus meningkatkan pelayanan air kepada masyarakat.

“Harapannya dengan capaian prestasi ini akan semakin memacu para pengelola air di desa. Sehingga sampai ketemu model pengelolaan air yang ideal di kawasan pedesaan,” kata Suroso. (siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?