Nasional

FAI UNIMMA Gelar Webiner Nasional, Bahas Moderasi Beragama di Indonesia

MAGELANG – Mengangkat tema “Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Islam (Paradigma, Kebijakan dan Implementasi)”, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar webinar nasional pada Rabu (29/6) melalui ruang temu virtual.

Dekan FAI UNIMMA, Dr. Nurodin Usman, Lc., MA menjelaskan, tema yang diangkat dalam webinar nasional tersebut bukan hanya tema yang dibicarakan dalam skala nasional tetapi tema tersebut secara internasional juga dibahas dalam terminologi moderasi islam.

“Tema ini sangat penting karena bagaimanapun juga pemahaman tentang agama islam yang bisa selaras dengan perkembangan zaman adalah tema yang seperti ini,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, di antara narasumber yang sudah dihadirkan sangat lengkap kepakarannya dilihat dari sisi kajian keislaman, sisi pendidikan islam juga dari sisi implementasinya.

Dr. Nurodin berharap ilmu yang disampaikan dalam webinar nasional dapat bermanfaat bagi pribadi yang mengikuti kegiatan maupun institusi dan juga perkembangan islam di masa sekarang dan akan datang.

Dalam webinar tersebut hadir Prof. Dr. Zakiyudin Baidhawy, M.Ag, Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Phil. Al Makin, MA, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Agus Miswanto, MA, dosen FAI UNIMMA.

Prof. Zakiyudin dalam paparannya menyampaikan tentang Moderasi Islam dalam Dunia Pendidikan.

Menurutnya, salah satu esensi kehadiran agama adalah untuk menjaga martabat manusia sehingga agama selalu menghadirkan keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan.

“Khusus dalam konteks Indonesia, moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan kita dalam merawat ke-Indonesia-an,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Makin menjelaskan moderasi berkaitan dengan keberagaman dan tentang persahabatan.

“Moderasi beragama itu bagaimana kita memberi ruang pada kelompok lain yang dapat diwujudkan dalam sikap, tindakan dan kehidupan sehari-hari. Carilah teman yang tidak seiman, agar dapat menghargai sesama karena moderasi beragama itu sangat menyenangkan,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Makin menggambarkan moderasi beragama seperti orang bermain sirkus yang berjalan di atas tambang, jika terlalu ke kiri jatuh dan jika terlalu ke kanan juga jatuh jadi harus seimbang.

Di sesi akhir, Agus menjelaskan tentang Geneologi Fiqh Moderat Muhammadiyah: Membaca Pelajaran KH Ahmad Dahlan dan Implementasinya. (rls/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Redaksi Siedoo

Recent Posts

Sebelum Diwisuda, 300 Mahasiswa UNTIDAR Ikuti Seminar Karir, Materinya Jleb!

MAGELANG – Sebanyak 300 mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang, Jawa Tengah telah diwisuda periode ke-61…

4 jam ago

Pemkot Magelang Siapkan 3-6 Event Per Tahun yang Melibatkan Luar Daerah

MAGELANG - Pemkot Magelang berencana membuat event-event yang mampu menarik wisatawan asal luar kota. Mengingat…

7 jam ago

Berikut Jadwal Lengkap Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Hari Ini, Terbagi Delapan Kloter

JAKARTA - Proses pemulangan jemaah haji Indoensia gelombang pertama sudah berakhir pada 30 Juli 2022.…

12 jam ago

Magelang Craft Expo dan Festival Gethuk 2022 Ditutup, Wali Kota Magelang Apresiasi pada Dua Dinas ini

MAGELANG – Perhelatan Magelang Craft Expo dan Festival Gethuk 2022 telah usai pada Ahad 7…

15 jam ago

Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games XI, Ini Medali yang Dikantongi

SURAKARTA – Indonesia berhasil menjadi Juara Umum ASEAN Para Games XI di Surakarta yang digelar…

1 hari ago

7.197 Orang Daftar Beasiswa PJJ PAI IAIN Cirebon, Berikut Perinciannya

CIREBON - Tercatat ada 7.197 calon mahasiswa yang mendaftar Program beasiswa Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan…

1 hari ago