Ilustrasi. foto: merdeka.com

Opini

Pers Ikut Andil Mencerdaskan Bangsa


KEBEBASAN pers harus dapat memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,”

Hal tersebut ditandaskan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2018 sebagaimana ditulis beritasatu.com.

Ditandaskan, masyarakat pers internasional sudah memuji kebebasan pers di Indonesia dengan hadirnya Undang Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999.

Ia mengatakan, kebebasan pers selaras dengan berekspresi dan demokrasi. Tantangannya UU tersebut memberikan ruang bagi siapa saja untuk mendirikan perusahaan media.

Di sisi lain, Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan pers menjadi pilar keempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karenanya insan pers juga bisa mencerdaskan masyarakat.

Pekerjaan insan pers mencakup seluruh anggota-anggota vital manusia, tidak hanya otak dan pikiran saja. Tetapi, juga fisik yang prima, serta kecerdasan hati dan nurani.

Semua itu harus bisa ditularkan kepada masyarakat. Hal itu tidak lain agar bisa mencerdaskan masyarakat dengan seluruh komponen manusia yang cerdas. Jadi, tidak hanya sekedar cerdas pikiran saja.

Ia menjabarkan tentang fungsi pers. Fungsi pers tidak hanya menginformasikan berita-berita saja, tetapi juga mengedukasi, dan mengkontrol. Sehingga, dengan fungsi tersebut media massa/pers bisa menjalankan perannya dalam hal mencerdaskan bangsa dan masyarakat.

“Semoga pers semakin maju, bermartabat, dan amanah dalam menjalankan fungsi dan perannya. Semoga pers semakin baik dalam mencerdaskan warga dan masyarakat,” tuturnya sebagaimana ditulis depoknews.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap pers makin mencerdaskan sekaligus menjadi pilar penting untuk kebangkitan masyarakat, bangsa dan negara. Khususnya kesadaran akan nilai-nilai demokrasi.

“Pers merupakan salah satu pilar penting kebangkitan kehidupan bangsa dan negara, khususnya kesadaran akan nilai-nilai demokrasi. Maka, atas dasar itu kita menjalani kehidupan sebagai anak bangsa. Sehingga, pers telah menjadi bagian dari pembangunan dan konsolidasi demokrasi,” katanya sebagaimana ditulis suarainvestor.com

Menurut Taufik, pers memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi. Di tengah suasana politik yang sedang hangat menjelang berbagai perhelatan dan kontestasi, tentu saja kita menginginkan pers sebagai jembatan informasi yang mencerahkan dan mencerdaskan.

“Apalagi saat ini, kita sedang dilanda berita dan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hoax seakan telah mewabah dan sulit dihindari. Apalagi, realitas tersebut telah berpotensi memecah-belah dan merusak tatanan sosial dan suasana kerukunan dan keharmonisan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, harus berbangga dengan kebebasan informasi yang dimiliki dengan pers sebagai ujung tombak. Sebagaimana yang terkandung dalam fungsi pers seperti yang termaktub dalam UU sebagai fungsi informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, tentu saja sudah pada tempatnya. Pers berperan dan berada di garis terdepan dalam meminimalisir berita-berita yang tidak bertanggung jawab serta bohong (hoax).

Dengan demikian pers sebagai pilar demokrasi harus senantiasa memberi pencerahan dan perspekif objektif tentang segala peristiwa dan isu yang menyangkut kehidupan bangsa dan negara. Pers turut serta dalam membangun kehidupan bangsa, mengontrol berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan pembangunan, dan mengilhami solusi bagi segala persoalan.

Apa Tanggapan Anda ?