Tingkatkan potensi dan wawasan Internasional, 8 mahasiswa FKIP Untidar Praktek Kerja Lapangan di Malaysia.

Internasional

Impian Mahasiswa Mengajar di Luar Negeri Terwujud


MAGELANG – Sebanyak delapan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah dikirimkan ke Malaysia. Mereka melaksanakan Praktek Kerja lapangan (PKL) Internasional ke Malaysia. Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah English for Children (EFC) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), FKIP.

Sebanyak 8 mahasiswa akan mengikuti program ini. Mereka adalah Ines Miftakhuljanah, Linda Putri Sulistiyana, Bunga Umi Luthfiyani, Rasyda Imadita, Sholikhah Dwi Astuti, Indah Fitriliany, Shrily Hapsari Winahyu Lestari, dan Nurul Dwi Astari. Delapan mahasiswa tersebut telah melalui proses seleksi yang terdiri atas sosialisasi, pendataan, dan proses seleksi. Untuk lolos seleksi ini, dari sisi akademik, mahasiswa harus memiliki IPK lebih dari 3,50.

“Mengajar di luar negeri adalah salah satu impian saya. Seperti pesan bapak rektor, harapannya pulang nanti kami dapat membawa pengetahuan dan pengalaman mengajar di Malaysia dan membaginya dengan teman-teman di Fakultas,” ujar Nurul Dwi Astari, salah satu peserta PKL EFC.

EFC merupakan salah satu mata kuliah dalam kurikulum Prodi PBI FKIP yang fokus pada pengajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak. Maka itu, pada PKL atau magang internasional ini dilaksanakan di dua sekolah setingkat TK di Indonesia.

“Yaitu, Tabika Kemas Bandar Sungai Buaya 1 dan 2, Selangor, Malaysia selama kurang lebih 1 bulan pada 11 Februari – 10 Maret 2018,” tutur Prof. Dr. Sukarno, M.Si., Dekan FKIP.

PKL EFC ini merupakan 1 dari 4 program FKIP yang bertujuan meningkatkan potensi dan wawasan internasional mahasiswa. Sebelumnya juga telah dilaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL), praktek jurnalistik dan magang English for Tourism (EFT) juga di Malaysia.

“Inilah saatnya mempraktekkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh di FKIP. Saya harap pulang nanti para peserta PKL internasional ini dapat menemukan atau membuat model pembelajaran cross cultural antara Indonesia dan Malaysia berdasarkan pengalaman sebualan mengajar disana,” kata Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd disela pelepasan mahasiswa PKL EFC, Kamis (8/2/2018).

PKL EFC ini memberikan manfaat berupa proses pengembangan diri mahasiswa dalam bidang pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak. Dalam hal ini adalah pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di Malaysia. Mahasiswa-mahasiswa tersebut akan mengimplementasikan metode-metode pengajaran Bahasa Inggris bagi anak yang sudah mereka pelajari saat menempuh mata kuliah Children Language Teaching Methodology dan Program Development.

Mahasiswa tersebut dapat mengambil sisi positif dari pengalaman yang berharga itu. Mereka mampu membandingkan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia dan Malaysia.

Selain itu, program kerjasama dengan pihak Malaysia ini diharapkan memberikan dampak positif bagi proses perkembangan prodi. Khususnya poin positif pada akreditasi dari sisi kontribusi mahasiswa dalam kancah internasional.

Apa Tanggapan Anda ?