Categories: Nasional

Gemastik ke - 14, ITS Pimpin Klasemen Borong Medali Terbanyak

Share

SURABAYA - Berbagai kampus yang tersebar di pulau - pulau Nusantara mengikuti Kompetisi Pusat Prestasi Nasional Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) ke-14 tahun 2021. Acara yang bergengsi ini berlangsung secara daring.

Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur berhasil menutup pagelaran tersebut dengan keluar sebagai juara umum. Sekaligus meraih medali terbanyak dengan total raihan sembilan medali.

ITS berhasil membawa pulang piala Samakbya Padhesa Widya sebagai juara umum pada Gemastik ke-14. Posisi runner up diraih oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat dan posisi ketiga diraih oleh Universitas Telkom.

“Hasil ini merupakan hasil yang sangat menggembirakan sebab berhasil merebut juara umum lagi setelah 10 tahun berlalu,” ujar Ketua Kontingen ITS pada Gemastik ke-14, Ika Nurkasanah SKom MSc.

Kesuksesan yang berhasil diraih oleh kontingen ITS pada tahun ini tidak bisa lepas dari kerja sama yang kuat dari kontingen. Mulai dari finalis hingga peran dosen pembimbing dan juga Tim Kawal yang selalu memberi arahan dan evaluasi. Sehingga memacu semua tim untuk memberikan hasil yang terbaik.

Dukungan penuh dari pihak birokrasi ITS juga memberikan energi positif bagi peserta dengan ide maupun masukan yang diberikan. Dari segi kualitas ide, teknologi dan teknis, karya yang dibuat oleh seluruh tim ITS sudah sangat matang dan unggul karena menyajikan ide baru yang memang belum diangkat.

Sehingga sinergi yang dibangun kontingen ITS di Gemastik tahun ini sangat solid. “Dari pagi, siang hingga malam tak kenal lelah semua pihak terus memberikan yang terbaik,” jelas Ika.

Menurut Ika, persiapan dalam menghadapi kompetisi Gemastik tahun ini memang dapat dikatakan cukup maksimal. Mulai dari pendataan awal, sistem pengawalan atau mentoring langsung hingga penilaian silang yang dilakukan kepada karya-karya yang peserta buat. Saat proses final, pemberlakuan karantina secara luring bagi para finalis untuk bisa fokus pada kompetisi dirasa efektif.

Peran dari alumni yang sudah mengikuti kompetisi serupa juga untuk memulai dari memikirkan ide atau konsep di awal, pembuatan program maupun medianya. Hingga melakukan presentasi dan mendemonstrasikan karya yang dibuat juga dirasa berhasil.

“Seperti yang tahun ini kami lakukan dengan memberikan beberapa workshop untuk mematangkan ide tim,” bebernya.

Ia menjelaskan bahwa kontingen ITS berhasil membawa pulang sembilan medali dari sebelas kategori lomba yang diikuti. Secara rinci, ada dua medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu dari total 28 tim ITS yang masuk ke babak final.

“Semua tim sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan pantas untuk mendapatkan penghargaan itu,” tuturnya.

Terdapat 11 kategori lomba yang diikuti oleh tim ITS. Yakni Pemrograman (Programming), Keamanan Siber (Cyber Security), Penambangan Data (Data Mining), Desain Pengalaman Pengguna (UX Design), Animasi (Animation), Kota Cerdas (Smart City), Karya Tulis Ilmiah TIK (ICT Scientific Paper), Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development), Piranti Cerdas Sistem Benam dan IoT (Smart Device, Embedded System and IoT), Pengembangan Aplikasi Permainan (Game Development), dan Pengembangan Bisnis TIK (ICT Business Development).

Untuk medali emas pertama, berhasil disumbangkan oleh Tim Average Kuliah Online Enjoyer dari kategori lomba Keamanan Siber. Mereka berhasil menjadi yang terbaik dalam memperbaiki sebuah sistem yang memiliki celah keamanan. Tim ini juga berhasil mencari bendera lawan sembari mempertahankan bendera masing-masing agar tidak diketahui yang menjadikan mereka berhasil rebut emas di cabang ini.

Sedang medali emas kedua disumbangkan oleh Tim Phantom V dengan menjadi yang terbaik pada kategori lomba Kota Cerdas. Mereka berhasil memikat juri lewat sistem cerdas terintegrasi untuk contact tracing dan deteksi dini Covid-19 untuk mempermudah Smart Government.

“Untuk tim Phantom V ini memang idenya sangat komprehensif dan kreatif serta sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini sehingga mengantarkan tim ini meraih medali emas,” ujar Ika.

Sementara itu, medali perak berhasil disumbangkan oleh Tim Go Go Haf yang mengikuti kategori lomba Kota Cerdas dan Tim Sehat dari kategori lomba Pengembangan Perangkat Lunak. Untuk medali perunggu sendiri berhasil disumbangkan oleh lima tim yakni DPP-C-Kelompok 7 dari kategori lomba Desain Pengalaman Pengguna, Tim Lembuswana dari kategori lomba Kota Cerdas, Tim Alive dari kategori lomba Piranti Cerdas Sistem Benam dan IoT, Tim Apaya dari kategori Pengembangan Aplikasi Permainan serta Tim Han Jip Yeong dari kategori Pengembangan Bisnis TIK.

Di samping perolehan medali yang berhasil didapatkan dalam kategori lomba utama, kontingen ITS juga berhasil mendapatkan penghargaan lain. Yaitu juara harapan dari kategori lomba Penambangan Data yang didapatkan oleh Tim Signal, kategori lomba Animasi oleh Tim Arutala, kategori lomba Piranti Cerdas Sistem Benam dan IoT oleh Tim Reagtifity, dan Tim Guardians dari kategori lomba Pengembangan Bisnis TIK.

ITS juga berhasil meraih juara poster yang disumbangkan oleh Tim Guardians dari kategori lomba Pengembangan Bisnis TIK. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Tags: ITS
Redaksi Siedoo
Leave a Comment

Recent Posts

Jadikan UNIMMA sebagai Sentra Vaksin di Kabupaten Magelang

MAGELANG - Tenaga medis dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Jawa Tengah siap membantu dan mendukung program-program dari pemerintah. Yang terbaru,…

2 minggu yang lalu

Dampak BLU Harus Tingkatkan Kinerja Layanan dan Keuangan

JAKARTA - Kementerian Keuangan menggelar webinar bertajuk ‘Perguruan Tinggi Negeri (PTN) BLU (Badan Layanan Umum) Inovatif dan Sigap Dalam Pemulihan…

2 minggu yang lalu

Muji Setiyo, Profesor Ketiga di UNIMMA

MAGELANG - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Jawa Tengah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada salah satu dosen Program Studi D3 Mesin Otomotif,…

2 minggu yang lalu

Keceriaan Bantuan Pendidikan untuk 30 Anak Yatim - Piatu Akibat Covid-19

KERAWANG - Sebanyak 30 anak yatim/piatu akibat Covid-19 mendapat bantuan pendidikan berupa alat-alat sekolah dan biaya pendidikan. Acara tersebut digelar…

2 minggu yang lalu

Akademisi Ciptakan Alat Pembasmi Hama Otomatis Tenaga Surya

KEDIRI - Sekelompok mahasiswa mengembangkan alat pembasmi hama otomatis berbasis solar cell atau tenaga surya. Warga Desa Pranggang, Plosoklaten, Kediri,…

2 minggu yang lalu

UNY Berpikir Kedepan tentang Hilirisasi Hasil Riset

YOGYAKARTA - Banyak sekali hasil penelitian yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa, namun belum banyak hasil riset yang didorong menuju…

2 minggu yang lalu