Categories: Daerah

Menuju Herd Immunity, SMPN 10 Magelang Gelar Vaksinasi Massal

Share

MAGELANG - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Kota Magelang, Jawa Tengah menyelenggarakan vaksinasi massal bagi seluruh siswanya. Pelaksanaan vaksin ini merupakan siasat dari pemerintah dalam menangani persebaran Covid-19, terutama di lingkungan sekolah.

Pelaksanaan vaksin dimulai dari Rabu hingga Sabtu (15 -18/09/2021). Vaksinasi dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB. Siswa yang belum mendapat giliran vaksin akan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas walau dengan segala pembatasan yang dilakukan.

Ada dua ruang kelas yang digunakan dalam proses vaksinasi, yakni ruang untuk vaksin sendiri dan juga observasi. Vaksinasi yang diberikan kepada siswa ini adalah jenis vaksin Sinovac. Suntikan vaksin dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Magelang Selatan.

Pada saat observasi berlangsung, tidak ada efek samping yang terlihat pada siswa setelah disuntik. Sementara siswa diwajibkan langsung pulang setelah divaksin untuk mengurangi kemungkinan efek samping yang terjadi.

Pada kamis (16/09/2021) turut hadir pula dokter Puskesmas Magelang Selatan, dr. Majid Rohmawanto yang memantau proses vaksinasi. Pada hari sebelumnya juga dipantau langsung dari Dinas Kesehatan.

"Kami di sini berusaha bersama-sama menekan laju penularan dengan cara memberikan vaksinasi kepada anak-anak. Dengan vaksinasi ini harapannya dapat menekan pandemi, sehingga anak-anak akan tetap sehat," tukas dr. Majid.

Sementara itu, guru dan karyawan mayoritas telah mendapatkan suntikan vaksin hingga dosis kedua. Diharapkan dengan adanya vaksinasi massal para siswa, akan meningkatkan kesehatan masyarakat di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah sudah melakukan pendataan tentang data diri siswa, seperti adanya riwayat penyakit yang dimiliki. Pendataan dilakukan jauh sebelum pelaksanaan vaksin, yaitu sebulan sebelumnya.

Fatin Mahdalina S.Pd. bersama petugas Puskesmas Magelang Selatan saat menggelar vaksinasi massal.

Sedangkan surat edaran dibagikan kurang lebih seminggu sebelum pelaksanaan. Isi surat edaran tersebut yaitu untuk menghimbau siswa agar sarapan terlebih dahulu dan mengisi data Peduli Lindungi melalui tutorial yang telah diberikan.

Orang tua merespon dengan baik terkait adanya pelaksanaan vaksinasi massal tersebut. Seluruh siswa juga sangat antusias dengan adanya vaksinasi ini. Meskipun beberapa siswa sempat merasa takut ketika tiba giliran dalam suntikan, namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik.

Miftakhul Ullum S.Pd.I, Ketua Sekolah Tangguh SMP Negeri 10 Kota Magelang berpendapat bahwa, vaksinasi ini merupakan hal yang penting karena dapat melindungi diri siswa dan juga mempercepat proses pertemuan tatap muka. Program vaksinasi merupakan kebijakan dari pemerintah pusat dengan disupport dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Magelang Selatan.

"Sekitar 600 dosis vaksin telah disiapkan untuk seluruh siswa kelas VII hingga kelas IX. Pemberian vaksin dijadwalkan sesuai dengan kebijakan sekolah, yang mana menyesuaikan dengan jadwal belajar siswa," jelasnya.

Fatin Mahdalina S.Pd, Kepala SMP Negeri 10 Kota Magelang sangat bersyukur bahwa para siswa dapat memperoleh vaksinasi. Ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam realisasi program vaksinasi massal untuk para siswa.

"Selain anak-anak dapat lebih sehat, vaksinasi ini juga dapat mendukung visi Kota Magelang, yaitu Maju, Sehat dan Bahagia. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Puskesmas Magelang Selatan yang telah membantu terealisasinya vaksinasi massal ini," ujar Fatin. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Madya Tantri
Leave a Comment

Recent Posts

Alumni UNILA dan DD Jalankan Program Beasiswa Mahasiswa Biologi FMIPA

LAMPUNG - Dompet Dhuafa Lampung sebagai lembaga zakat dan kemanusiaan, akan membantu mengelolaa zakat, sedekah dan dana kemanusiaannya dari lingkungan…

1 jam yang lalu

Perlu Peninjauan Kembali Jam Belajar Mengajar Guru

SEMARANG - Jam wajib mengajar bagi guru di Indonesia dianggap terlalu lama. Termasuk yang terjadi seperti sekarang, hal ini sangat…

4 jam yang lalu

Rasa Bangga Mahasiswa Universitas Bosowa Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke UNIMMA

MAGELANG - Salah satu peserta program pertukaran mahasiswa, Korneles Winuwara mahasiswa asal Universitas Bosowa, Makassar merasa senang dan bangga bisa…

1 hari yang lalu

Menteri Wanti - wanti Rektor Tidak Batasi Mahasiswa Ikuti Kampus Merdeka

SURABAYA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim BA MBA menegaskan bawah jika pendidikan ini butuh…

2 hari yang lalu

Pelatihan Gizi Bencana bagi Tenaga Kesehatan dan Relawan Kebencanaan

BOGOR - Sebanyak 26 peserta mengikuti Pelatihan Gizi Bencana Bagi Tenaga Kesehatan dan Relawan Kebencanaan di Kota Bogor, Jawa Barat.…

2 hari yang lalu

UNIMMA dan UM Gresik Saling Tukar Mahasiswa

MAGELANG - Program pertukaran mahasiswa salah satunya untuk mewujudkan program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi Pendidikan Tinggi yaitu Merdeka Belajar-Kampus…

2 hari yang lalu