Pembukaan kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan seleksi atlet beladiri Kota Magelang, di GOR Samapta, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Daerah

Atlet Popda Perebutkan 1.182 Medali


MAGELANG – Kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) kembali digelar pada tahun ini. Pagelaran tersebut akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai 3 hingga 13 Februari 2018. Lokasi pelaksanaan ada di berbagai venue di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Diantaranya seperti Lapangan Abu Bakrin, Aula SMKN 1 Magelang, Lapangan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, GOR Djarum, GOR Mandira, Balai Pelajar, dan lainnya. Adapun olahraga yang dipertandingkan 12 cabang untuk tingkat SD/MI, 15 cabang tingkat SMP/MTs, dan 15 cabang tingkat SMA/SMK/MA.

“Cabang olahraga tersebut diantaranya voli, panahan, bulu tangkis, taekwondo, karate, atletik, renang, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja, basket, dan lainnya,” kata Ketua Panitia POPDA Kota Magelang Catur Adi Subagyo, Sabtu (3/2/2018).

Pada lomba itu, total yang diperebutkan sebanyak 1.182 medali. Terdiri dari 295 medali untuk tingkat SD/MI, 443 SMP/MTs, 444 SMA/SMK/MA.

Popda Kota Magelang 2018 ini akan diikuti 1.444 atlet. Mulai dari Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Jumlah ini terdiri dari 401 peserta SD/MI, 512 peserta SMP/MTs, 531 peserta SMA/SMK/MA. Melalui pelaksanaan POPDA ini diharapkan dapat menjaring bibit potensial atlet pelajar yang akan dibina lebih lanjut.

“Sehingga bisa berprestasi di tingkat Kedu, Nasional, dan Internasional,” jelas Catur.

Sementara, Walikota Magelang Sigit Widyonindito meminta kepada para atlet di Kota Magelang untuk menumbuhkan semangat menjadi yang terbaik dengan cara santun, beretika, bermartabat. Sehingga, kelak dapat menjadi atlet yang sejati.

“Raih prestasi dengan cara yang terdidik dan terhormat. Hindari hal-hal yang merusak citra atlet dan citra pelajar,” katanya.

Ia mengaku prihatin dengan adanya jual beli atlet antar daerah yang terjadi setiap kali dilaksanakan even pertandingan olahraga. Hal ini, menjadi perhatian serius yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Meskipun sudah diatur dalam peraturan pemerintah, namun ini menjadi perhatian serius kita semua,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, walikota meminta seluruh pembina olahraga baik di sekolah maupun jajaran pengurus cabang, agar sedini mungkin menanamkan rasa memiliki serta kebanggaan dalam diri atlet. Tanamkan rasa memiliki dan kebanggaan pada Kota Magelang.

“Sehingga akan tumbuh loyalitas dalam diri atlet,” jelasnya.

Langkah antisipasi ini dimaksudkan agar program daerah berupa olahraga yang berjenjang serta berkelanjutan, tidak putus di tengah jalan. Mengingat, olahraga menjadi salah satu kekuatan yang mampu mengangkat prestise suatu daerah.

“Jual beli atlet ini adalah indikasinya, sehingga semua berlomba menampilkan atlet terbaik,” ungkap dia.

Apa Tanggapan Anda ?