Tokoh

Keisha Ataya, Keluar sebagai Juara Favorit Lomba Poster Digital TBC dari Kemenkes

Share

Siedoo, Peserta dari berbagai provinsi mengikut Lomba Poster yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Salah satu siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) IT PAPB Semarang, Jawa Tengah Keisha Ataya Yumna keluar sebagai juara favorit. Pengumuman siswi kelas 8A ini sebagai juara favorit lomba poster digital Tuberculosis (TBC) atau penyakit batuk disertai keluarnya darah dan sesak itu dilangsungkan secara daring.

Keke panggilan akrab Keisha Ataya Yumna ini mengaku sangat senang. Ia bercerita bahwa ketertarikan dengan lomba karena di sekolah ada pembelajaran ekstrakurikuler desain grafis.

“Saya awalnya sih ragu-ragu ikut apa tidak, oleh karena pesertanya banyak. Tetapi karena di sekolah ada pembelajaran ekstrakurikuler desain grafis secara virtual, serta support orang tua, akhirnya saya memutuskan untuk ikut,” ujarnya.

Keke yang hobi nonton film ini menyampaikan bahwa yang susah dalam lomba poster tuberculosis digital ini adalah berkaitan dengan ide. Awalnya ia bingung ide apa yang akan tertuang di poster tentang tuberculosis yang pelaksanaannya pada 17 Juni-17 Juli 2021 tersebut.

Setelah muncul ide hasil diskusi dengan pengampu, ia kemudian membuat poster apa itu tuberculosis. Kemudian cara mencegahnya dengan menjemur alas tidur, imunisasi, makan bergizi, rajin olah raga, tidak merokok. Kemudian juga gejalanya, mulai batuk, badan lemas, berat badan berkurang dan demam.

"Pesannya, anak-anak Indonesia harus bebas tuberculosis untuk menciptakan bangsa sehat dan berprestasi. Karenanya deteksi gejala dan cara mencegahnya,” bebernya.

Gadis kelahiran Semarang, 20 November 2007 ini menceritakan, kedepan bila terdapat perlombaan yang sejenis akan bersemangat mengikutinya sebagai sarana mengasah skill grafis yang digemari.

“Jika ada lomba lagi, saya akan ikut lagi. Itu-itung untuk meningkatkan kepercayaan diri dibidang desain grafis yang saya sukai,” ungkapnya.

Sementara itu, sekolah menanggapi positif apa yang sudah ia raih. Kepala SMP IT PAPB Semarang H. Ramelan mengaku senang dan bangga dengan prestasi siswinya walau ditengah pandemic Covid-19 yang belum reda.

“Sebagai kepala sekolah, saya menaruh bangga kepada Keisha atas prestasi yang diraih," katanya.

Menurut dia, meski pandemi belum usai, tetapi semangat berlomba itu ada. Hal ini menjadi nilai plus sekolah, ikut menumbuhkan kompetensi skill yang dimiliki anak.

"Untuk kemudian ditampilkan dalam lomba untuk meraih yang terbaik,” kata dia. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Adeed. P
Leave a Comment

Recent Posts

Alumni UNILA dan DD Jalankan Program Beasiswa Mahasiswa Biologi FMIPA

LAMPUNG - Dompet Dhuafa Lampung sebagai lembaga zakat dan kemanusiaan, akan membantu mengelolaa zakat, sedekah dan dana kemanusiaannya dari lingkungan…

3 menit yang lalu

Perlu Peninjauan Kembali Jam Belajar Mengajar Guru

SEMARANG - Jam wajib mengajar bagi guru di Indonesia dianggap terlalu lama. Termasuk yang terjadi seperti sekarang, hal ini sangat…

2 jam yang lalu

Rasa Bangga Mahasiswa Universitas Bosowa Ikuti Pertukaran Mahasiswa ke UNIMMA

MAGELANG - Salah satu peserta program pertukaran mahasiswa, Korneles Winuwara mahasiswa asal Universitas Bosowa, Makassar merasa senang dan bangga bisa…

24 jam yang lalu

Menteri Wanti - wanti Rektor Tidak Batasi Mahasiswa Ikuti Kampus Merdeka

SURABAYA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim BA MBA menegaskan bawah jika pendidikan ini butuh…

2 hari yang lalu

Pelatihan Gizi Bencana bagi Tenaga Kesehatan dan Relawan Kebencanaan

BOGOR - Sebanyak 26 peserta mengikuti Pelatihan Gizi Bencana Bagi Tenaga Kesehatan dan Relawan Kebencanaan di Kota Bogor, Jawa Barat.…

2 hari yang lalu

UNIMMA dan UM Gresik Saling Tukar Mahasiswa

MAGELANG - Program pertukaran mahasiswa salah satunya untuk mewujudkan program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi Pendidikan Tinggi yaitu Merdeka Belajar-Kampus…

2 hari yang lalu