Categories: Internasional

Sekolah Cikal Bertekad Pulihkan Ekosistem Hutan

Share

JAKARTA - Sekolah Cikal Setu mengadakan kegiatan Cikal Biota Cup, sebuah kompetisi edukasi antar pelajar SMP-SMA dalam negeri dan luar negeri selama dua hari. Digerakkan oleh Cikal Stuco (Student Council) Setu, kegiatan ini didedikasikan untuk mengembangkan potensi dan juga mendorong kontribusi pemulihan hutan Mangrove di Dusun Tangkolak, Karawang.

Pemilihan tema Biota Indonesia dengan Tagline Bak Pesona Loka didedikasikan oleh panitia murid untuk mengangkat isu lingkungan yang tercemar, khususnya Hutan Mangrove.

“Tahun ini kami memilih tema Biota Indonesia, dan tagline kami Bak Pesona Loka yang berarti pesona lokal! Tema tersebut berakar dari isu lingkungan yang Indonesia hadapi di masa Covid-19, baik itu lingkungan yang tercemar akibat limbah medis, penggunaan dan pembuangan (disinfektan, masker, sarung tangan) dan beban limbah lainnya yang tidak bisa diolah," kata Najya Hani Assegaf, wakil ketua pelaksana.

Selain itu, pihaknya juga ingin berdonasi ke organisasi yang mendukung satwa liar, ekosistem hutan, dan warga yang tinggal di sekitarnya melalui organisasi LindungiHutan.

Menurut Rusdy Thamrin, Pembina Cikal Stuco, kegiatan Cikal Cup merupakan sebuah kompetisi di bidang edukasi, seni dan olahraga yang setiap tahun di Cikal dan terbuka bagi setiap pelajar di Jabodetabek. Namun, dikarenakan pandemi tahun ini, beberapa kompetisi ditiadakan seperti futsal dan basket.

“Sangat tidak memungkinkan bagi Cikal mengadakan perlombaan yang melibatkan kontak fisik, terlebih secara langsung seperti futsal dan basket. Oleh karena itu, kami memutuskan meniadakan perlombaan seperti futsal dan basket dengan menggantinya dengan e-sports, seperti FIFA 2020 dan NBA,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa meski secara daring Cikal juga mengadakan perlombaan seni (seperti Short Story Writing, Photography, Singing and Band Competitions), dan Akademik (Global MUN) dengan menerima peserta dari beberapa negara seperti India, Vietnam, Turki, dan Romania.

Sebagai ketua pelaksana kegiatan Cikal Biota Cup, Keisha Herlambang mengatakan bahwa antusiasme pelajar yang ikut tetap tinggi. Walau tahun ini berlangsung secara daring untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Cikal Cup.

“Tahun ini adalah acara cikal cup pertama secara daring. Secara keseluruhan, acara kami diikuti oleh 37 sekolah (dari dalam dan luar negeri) dan diikuti oleh lebih dari 100 murid. Di setiap ajang peserta sangat antusias dan kooperatif,” urainya.

Di acara ini pula, aksi berdonasi untuk pulihkan ekosistem hutan dan pertanian yang berdampak sepanjang pandemi terjadi secara sukarela dilakukan secara terbuka bagi para pelajar untuk Dusun Tangkolak, Karawang, Jawa Barat.

Menurut Rusdy Thamrin, aksi ini merupakan bagian dari salah satu tujuan Cikal yakni Warga Dunia yang Berdaya. Kegiatan ini sangat terkait dengan salah satu visi Kompetensi 5 Bintang, menjadi Warga Dunia yang Berdaya.

"Saya berharap dengan adanya Cikal Cup ini, para siswa, baik panitia dan peserta, dapat mengembangkan kemampuan bekerja sama, kolaborasi, sosial dan emosional mereka. Selain itu, diharapkan dengan adanya Cikal Cup ini, mereka lebih bisa mengasah potensi yang ada di diri mereka dan mengembangkannya lebih baik lagi,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Adeed. P
Leave a Comment

Recent Posts

Memahami Buku dan Minat Baca Anak di Hari Buku Dunia

Siedoo, Mungkin banyak diantara kita yang belum mengetahui bahwa setiap tanggal 23 April telah dicanangkan sebagai hari Buku Sedunia (Internasional).…

5 jam yang lalu

Restu Orang Tua, Antarkan Azzam Jalani Pendidikan di Turki

Siedoo, Berprestasi bukanlah perkara mudah. Butuh stimulus secara berkala agar mau bergerak, jam terbang berpengaruh dan penguatan mental. Selain itu,…

10 jam yang lalu

Perguruan Tinggi Bantu Kemensos Tanggulangi Bencana Alam

SURABAYA - Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyatakan jika ITS…

1 hari yang lalu

Pentingnya Asupan Pendidikan Gempa bagi Anak Korban Bencana

MALANG – Anak - anak korban bencana gempa berkumpul di ruang terbuka secara bersama-sama di Desa Wirotaman, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten…

1 hari yang lalu

Media Online, Sarana Tepat untuk Memublikasikan Budaya Lokal Kota Magelang

KOTA MAGELANG, Jawa Tengah memiliki beragam kekayaan budaya lokal. Mulai dari tradisi, kesenian, bangunan bersejarah, sampai yang berupa kerajinan tangan…

1 hari yang lalu

Hasil Survei, Minat Masyarakat terhadap Pendidikan Vokasi Cukup Tinggi

JAKARTA - Dunia pendidikan terus mengalami evolusi seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Saat ini, pendidikan di Indonesia telah diarahkan untuk…

2 hari yang lalu