Ilustrasi PJJ. (sumber: Pixabay/Alexandra Koch)
ADV Daerah

PJJ SMP IT Ihsanul Fikri Pabelan Lewat Portal Khusus

MAGELANG - Sejak Maret 2020, sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online. Tenaga pendidik dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan sistem tersebut.

Salah satunya dilakukan SMP Islam Terpadu (SMP IT) Ihsanul Fikri Pabelan Mungkid. Mereka membuat portal baru khusus bagi siswanya dengan link edufikri.com (Edukasi Terpadu Ihsanul Fikri).

Web yang mulai dioperasikan Agustus 2020 berfungsi sebagai wadah bagi guru dan siswa untuk meletakkan data-data pembelajaran. Di antaranya teks, rekaman zoom, maupun video pembelajaran. Selain itu, web ini juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk berdiskusi secara klasikal maupun secara personal.

Sholeh Abdurrohman, S.Kom selaku tim perancang web khusus menjelaskan, isi dari web terdiri dari macam-macam pelajaran yang sudah dirancang para guru.

"Isinya itu dari hasil pembelajaran daring seperti video yang dibuat guru, rangkuman pelajaran berupa teks dan lainnya," katanya.

Dengan dibuatnya web khusus ini, semua pembelajaran siswa dapat tersentral dalam satu wadah. Sehingga dokumentasi pembelajaran bisa diakses kapan saja dan lebih mudah dicari.

Sholeh mengaku, sebelumnya para guru telah diberi pelatihan selama 8 hari dengan berbagai metode guna memenuhi isi web.

"Jadi pelatihan untuk guru itu seperti pembuatan video menggunakan beberapa aplikasi seperti filmora, vegas, corel studio, kind master dan lainnya," jelasnya.

Inovasi yang dilakukan ini sudah diakui dinas pendidikan. Dengan demikian sekolah tidak perlu menggunakan fasilitas daring dari dinas.

Kedepan web ini akan dikembangkan lebih baik lagi. Seperti penyesuaian pada pengguna agar tidak hanya bisa diakses menggunakan komputer atau laptop. Tapi, juga bisa diakses dengan gawai agar lebih praktis.

Selain memberikan inovasi baru dalam metode pembelajaran, SMP IT Ihsanul Fikri juga memberikan fasilitas bagi setiap siswa berupa kuota setiap bulan.

"Diluar kuota yang diberikan pemerintah, kami juga memberi kuota setiap bulan pada siswa," kata Sholeh.

Tak cukup di situ, perhatian para guru dalam PJJ juga dilakukan secara offline. Yaitu dengan mengunjungi setiap siswa di daerah masing-masing.

Dijelaskan agenda kunjungan diisi dengan setoran hafalan, konsultasi pembelajaran, dan bermain game bersama untuk lebih mempererat kebersamaan guru dan siswa. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?