Pelajar SD mengerjakan ujian. foto: tribunnews

Nasional

Ujian SD Kembali ke Tiga Mapel

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

JAKARTA – Belakangan ini santer terdengar mata pelajar (mapel) yang diujikan dalam ujian sekolah berstandar nasional (USBN) jenjang SD berjumlah delapan. Berdasarkan kajian intern Kemendikbud, jumlahnya berkurang menjadi tiga.

“Mapel USBN SD tiga mapel akan kami segera difinalkan,” kata Kabid Puspendik Kemendikbud Giri Sarana Hamiseno sebagaimana dikutip Jpnn.

Sesuai rencana awal delapan mapel tersebut adalah Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, IPS, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan serta pendidikan Agama.

Dari delapan itu akan kembali ke semula seperti waktu ujian sekolah (US). Mapelnya Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

“Jadi tidak lagi delapan mapel tapi tiga mapel. Mengingat banyak sekolah yang belum siap dan waktunya mepet,” ujar Ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Bambang Suryadi.

Sementara itu, Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengatakan pelaksanaan USBN merupakan sebuah kebijakan yang ironi. Dia masih ingat tahun lalu Kemendikbud berupaya memoratorium ujian nasional.

Dia khawatir, jika nanti pelaksanaannya di daerah menjadi kacau. Kemendikbud bisa saja lepas tangan dengan alasan SD adalah kewenangan daerah. Diantara yang menjadi potensi persoalan di daerah adalah anggaran.

Indra mengatakan, pada umumnya APBD 2018 sudah diketok palu pada November tahun lalu. Belum tentu di dalam APBD 2018 disiapkan anggaran untuk membuat soal USBN untuk delapan mapel. Dia khawatir ujungnya sekolah bakal memungut uang ujian kepada wali murid.

“Pengelolaan pendidikan perlu ada cetak biru,” kata sebagaimana ditulis Cnn.

Apa Tanggapan Anda ?