Ilustrasi siswa saat pembelajaran di ruang kelas. Foto : Republika.

Nasional

Penyelarasan Kurikulum, Gelontorkan Rp 35 M


JAKARTA- Guna mendukung implementasi hasil penyelarasan kurikulum 2013, Kementerian Perindustrian memberikan bantuan peralatan praktikum minimum senilai Rp 35 Miliar untuk 74 SMK di Indonesia.

“Hal tersebut untuk mendukung implementasi hasil penyelarasan kurikulum,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagaimana ditulis Antara.

Pada 2018, Kemenperin juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kompetensi guru bidang produktif melalui pelatihan dan magang.

Program itu bekerja sama dengan ITE Singapura, Formosa Training Center Taiwan, industri dan lembaga pelatihan teknis untuk sebanyak 1.900 orang. Serta fasilitasi silver expert sebanyak 50 orang.

Hal tersebut sebagai tindak lanjut pelaksanaan program keterkaitan dan keterhubungan atau link and match pendidikan vokasi dengan industri yang beroperasi di Indonesia.

Dia juga mendorong guru dan dosen pada pendidikan vokasi untuk mempersiapkan diri memasuki era digital dalam sistem pengajarannya di tahun-tahun mendatang.

“Guru-guru akan kita dorong masuk roadmap (peta jalan) digital. Sebagian dosen akan kita latih pengajaran dalam bentuk digital,” tandasnya.

Airlangga juga menegaskan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Terlebih, SDM industri yang siap kerja dengan skema industri manufaktur yang semakin berkembang dan menuju sistem Industry 4.0.

“Untuk yang pendidilan politeknik akademi, kami dorong supaya mereka menyiapkan kurikulum untuk industri di era digital,” tukas Airlangga.

Adapun kurikulum tersebut, perlu mencakup tiga mata kuliah wajib. Yakni, Bahasa Inggris, Statistika dan Koding.

“Kalau Bahasa Inggris itu wajib ya. Statistika untuk analisa data dan koding itu cukup satu semester,” tandasnya.

Apa Tanggapan Anda ?