Advertorial Kegiatan

Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, SKTB dan LPPAD Diserahkan Langsung

MAGELANG – TK Kemala Bhayangkari 80 di Jalan Jend. Gatot Soebroto No. 255, Jurangombo Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah menyerahan hasil belajar peserta didiknya. Hasil belajar berupa Surat Keterangan Tamat Belajar (SKTB) dan Laporan Penilaian Perkembangan Anak Didik (LPPAD).

SKTB dan LPPAD tersebut diserahkan langsung kepada orang tua siswa. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19 serta awal New Normal, kegiatan itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai penyambutan orang tua datang, lokasi penyerahan, hingga penyerahan SKTB dan LPPAD sesuai protokol yang disarankan.

Kepala TK Kemala Bhayangkari 80, Rumiasih, S.Pd mengatakan penerapan protokol kesehatan ini diutamakan sebagai tindakan pencegahan paparan virus Corona di masa New Normal ini.

“Kami siapkan semua untuk mendukung protokol kesehatan. Mulai thermo gun, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, hand sanitizer, sampai tempat duduk yang berjarak,” katanya, Sabtu (20/6/2020)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Kota Magelang. Pada kesempatan itu Pengurus YKB menyerahkan langsung SKTB kepada orang tua, bertempat di masing-masing kelas dari anak.

Menurut Rumiasih, penyerahan langsung ini sebagai upaya agar siswa dapat segera memenuhi persyaratan dalam melanjutkan ke tingkat SD. Serta agar ada komunikasi langsung dengan orang tua terkait hasil pendidikan. Karena para orang tua pun sudah terlibat saat berlangsungnya Belajar dari Rumah dengan membantu anak mengerjakan tugas dari guru secara daring.

“Meski berkomunikasi sebentar, namun tetap dengan physical distancing antara guru dan orang tua,” ucapnya.

Rumiasih mengatakan meski Kota Magelang termasuk Zona Hijau, namun protokol kesehatan tetap dilakukan sebagaimana mestinya. Terkait pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021, pihaknya tetap menerima peserta didik baru. Namun untuk pembelajaran tatap muka, Rumiasih menandaskan tetap menunggu instruksi dari Pemerintah dan Dinas Pendidikan Kota Magelang.

“Karena kita tidak boleh gegabah. Apalagi ini dunia pendidikan yang melibatkan anak-anak generasi bangsa,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?