Tokoh

Teliti Karakteristik Edible Film Whey, Fahrullah Raih Gelar Doktor

Siedoo, Penelitian berjudul Karakteristik Edible Film Whey Komposit Dengan Menggunakan Minyak Cengkeh mengantarkan Fahrullah, S.Pt., M.Si, memperoleh gelar Doktor. Gelar itu diperolehnya usai menempuh ujian disertasi secara daring, Selasa (16/6/2020).

Fahrullah adalah Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, (Umgo). Dia pun juga mahasiswa program Doktor di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB). Penelitiannya dilakukan bersama promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Djalal Rosyidi, AP., MS., IPU., ASEAN. Eng. Juga Prof. Dr. Ir. Lilik Eka Radiati, M.S., IPU, dan Dr. Ir. Purwadi, M.S.

Dilansir dari prasetya.ub.ac.id (17/6/2020), dijelaskan tujuan penelitiannya untuk mengkaji whey yang dicampur dengan konyaku dan minyak cengkeh sebagai bahan untuk pembuatan edible film. Kemudian diaplikasikan dalam pengembangan edible film antibakteri.

Whey merupakan hasil samping pengolahan keju, yang kandungan proteinnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat edible film. Sedangkan edible film ialah lapisan tipis untuk melapisi produk makanan dan dapat dikonsumsi secara langsung. Penggunaan edible film bertujuan untuk meningkatkan atau memperpanjang masa simpan serta dapat memperbaiki mutu produk makanan dan sifatnya yang biodegradable.

Sayangnya edible film berbahan dasar protein memiliki kelemahan mudah rapuh, patah, dan tidak elastis. Maka dari itu perlu penambahan plasticizer dalam larutan edible film untuk menurunkan interaksi dari protein serta agar dapat meningkatkan sifat-sifat elastis.

Penelitian dilakukan melalui empat tahapan yang meliputi pengamatan karakteristik edible film whey, pengamatan karakterisasi edible film terhadap pH. Kemudian pengamatan karakterisasi edible film whey dengan penambahan minyak cengkeh, serta pengaplikasian edible film pada Keju Gouda yang diterapkan pada langkah terakhir.

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dia lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan penggunaan konnyaku 2,5% dan jenis plasticizer gliserol merupakan perlakuan terbaik dalam memperbaiki karakteristik fisik edible film whey.

Penggunaan pH 7 dan level konsentrasi minyak cengkeh mulai 5% dapat meningkatkan nilai karakteristik edible film whey (ketebalan, kekuatan tarik, kemuluran, laju transmisi uap air). Serta aplikasi minyak cengkeh dalam edible film dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, S. aureus, serta kapang. (*)

Apa Tanggapan Anda ?