Inovasi

Bantu Kurangi Limbah, Mahasiswa ITS Ciptakan Platform Use It

SURABAYA – Isu tentang limbah sampah menjadi keprihatinan semua Negara termasuk Indonesia. Peningkatan jumlah limbah sampah yang merusak lingkungan menjadikan kegiatan ekspor sampah banyak dilakukan dengan alasan untuk mengalihkan sampah ke negara lain. Hal itu melatarbelakangi tiga mahasiswa Departemen Teknik dan Sistem Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengembangkan sebuah inovasi platform yang dinamakan Use It.

Ketiga mahasiswa itu adalah Alif Wahyu Rodiansyah, Ifarrel Rachmanda Hariyanto, dan Muhammad Ainul Yaqin. Terobosan baru ini diharapkan dapat membantu mengurangi limbah dan meminimalisir permasalahan limbah.

Dilansir dari laman its.ac.id (15/6/2020), ketua tim, Alif, menuturkan secara sederhana bahwa platform ini bertujuan untuk memfasilitasi industri dalam mengolah limbah. Fasilitas tersebut disajikan dalam bentuk fitur di platform Use It, yakni fitur jual beli limbah serta fitur konsultasi dan pengolahan limbah.

Mahasiswa angkatan 2017 ini menjelaskan, fitur jual beli limbah dalam Use It bisa digunakan untuk semua jenis limbah pada umumnya, seperti limbah organik dan anorganik. Sementara untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di platform ini tidak bisa diperjualbelikan.

“Sudah ada aturan yang melarang, jadi di platform kami juga mengikuti aturan yang ada,” jelas Alif.

Selanjutnya Alif menjabarkan, untuk limbah B3 itu sendiri ada fitur khusus yang dibuat. Yaitu berupa konsultasi dan pengolahan buat perusahaan yang tidak bisa mengolah limbahnya sendiri.

“Nantinya kita akan hubungkan sama perusahaan yang bisa mengolah limbah tersebut,” ujarnya.

Muhammad Ainul Yaqin, salah satu anggota tim, menunjukkan aplikasi Use It karya timnya. (foto: Humas ITS)

Mengenai keunggulan dari platform yang dibuat, Alif mengungkapkan bahwa Use It ini belum ada sebelumnya. Selain itu, dulu jika ingin jual beli limbah bisa lewat media sosial facebook (FB), namun tidak ada pihak ketiga yang memfasilitasi. Sedangkan Use It ini sudah memfasilitasi masyarakat agar lebih aman, mudah, dan terpercaya.

“Semudah kita buka platform jual beli barang yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat,” terangnya.

Platform yang menyasar para pengepul sampah dan perusahaan ini dalam pembuatannya menemui berbagai kendala. Kesulitan dalam pembuatan aplikasi dan desain menjadi kendala terbesar.

“Kami tidak mempunyai basic aplikasi, makanya susah membuatnya,” tutur Alif.

Selain itu, mereka juga terkendala oleh pengumpulan data karena butuh adanya surveyor. Ke depannya, ia berharap platform ini bakal bisa dikembangkan dan digunakan masyarakat luas. Supaya limbah yang berserakan tidak terbuang sia-sia dan merusak lingkungan.

Alif dan tim berharap, pemerintah ke depan bisa merealisasikan secara langsung dan turut menawarkan Use It ini. Sementara platform ini sudah mencapai masuk di program inkubator ITS untuk dievaluasi agar lebih baik.

Diharapkan Use It ini berdampak baik ke lingkungan, tak hanya di Indonesia tapi juga dunia, sehingga bisa mengharumkan nama ITS. Ia juga berpesan kepada mahasiswa ITS lainnya agar tidak berhenti berinovasi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?