Advertorial Opini

Lulusan SMK, Menentukan Langkah di Tengah Wabah

Siedoo, Bulan Mei 2020 ini merupakan bulan bersejarah bagi siswa kelas XII SMK tahun pelajaran 2019/2020, pasalnya mereka dinyatakan lulus sekolah. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020, Provinsi Jawa Tengah dan DIY mengumumkan kelulusan secara serentak.

Tercatat sebanyak 244.869 siswa SMK negeri dan swasta di Jawa Tengah telah dinyatakan lulus. Namun suasana kelulusan berbeda, tanpa seremonial pelepasan siswa ataupun hura-hura yang berlebihan. Bahkan konvoi selebrasi yang setiap tahun dilarang namun dilanggar, kali ini mereka sadar tak melakukannya.

Bahkan kini kegiatan lebih positif dilakukan, seperti corat-coret seragam SMK diganti dengan penggalangan dana untuk kegiatan peduli Covid-19, menyantuni fakir miskin dan sebagainya. Para lulusan lebih menyadari akan hal besar dalam menetukan langkah mereka selanjutnya. Akan ke manakah setelah lulus SMK?

Proyeksi Lulusan SMK

Lulusan SMK diproyeksikan dapat memilih opsi bekerja di dunia industri, melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau berwirausaha. Bagi yang memilih akan bekerja di industri, tentu saat ini merupakan waktu yang kurang tepat.

Ketua Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo, pada tanggal 4 Mei 2020 menyampaikan secara rinci ada 1.722.958 orang pekerja yang kini sudah tidak lagi bekerja karena  industri yang berkurang waktu operasionalnya atau berhenti beroperasi akibat Corona (finance.detik.com, 4/5/2020).

Perekrutan karyawan baru melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK pun banyak yang ditiadakan atau ditunda. Contohnya pada beberapa perusaahaan mitra SMK Negeri 1  Kota Magelang yang menunda proses seleksi alumni. Seperti PT LG Elektronik, PT Denso Indonesia, PT Fukushuke, PT Aisin, PT Toyota Astra Group, Nasmoco Group, dan PT BUMA.

Persiapkan Diri

Memang pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan berakhir, para lulusan pun sebaiknya mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan. Juga dapat mempersiapkan diri dengan mempelajari materi dan jenis soal seleksi menjadi calon karyawan. Di antaranya belajar psikotest dan mempelajari strategi menghadapi tes wawancara dengan memanfaatkan situs-situs terkait di internet.

Para alumni bisa juga mengisi waktu stay at home dengan mengasah diri pada kompetensi-kompetensi tambahan yang dirasa masih kurang. Dengan harapan ketika masa pandemi berakhir alumni mampu lolos seleksi karyawan dengan kemampuan plus. Tentunya tidak lupa selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar bisa lolos tes medical check up (MCU) nantinya.

Bagi siswa yang berminat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kondisi darurat Covid-19 tidak begitu berpengaruh. Ada kampus yang telah membuka pendaftaran dan melakukan tes secara online. Selain itu banyak perguruan tinggi yang telah melakukan seleksi menggunakan nilai rapor.

Merintis Wirausaha

Di samping untuk menghasilkan lulusan siap kerja, tugas SMK juga mendorong siswa untuk berwirausaha. Bekal materi kewirausahaan tentu sudah diberikan secara spesifik melalui mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengaplikasikan ilmu tersebut.

Untuk menjadi wirausahawan diperlukan nyali yang besar, kejelian dan motivasi yang tinggi. Amati peluang pasar, bidik, dan ambil segera peluang itu. Peluang yang bisa ditangkap dengan keterampilan dan ilmu yang dimiliki saat ini, dan kemudian dikembangkan.

Sebagai generasi Z, para alumni SMK tidak asing dengan sosok Mas Nadiem Makariem, Atta Halilintar, Hensel Ferdinand, Awkarin atau Sandi Octa. Mereka sukses pada bidangnya masing-masing, mengemas dan mengembangkannya sendiri. Mereka menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan juga bagi orang lain, dengan penghasilan yang menakjubkan.

Bisa jadi pekerjaan yang ditekuni tidak sesuai dengan jurusan ketika sekolah, tetapi itu bukanlah masalah. Kita lihat dr. Tirta yang lulusan Kedokteran sukses bukan karena praktik menjadi dokter, tetapi berkat usaha di bidang laundry sepatu bermerk. Selama halal, menghasilkan dan menciptakan lapangan kerja, tak ada salahnya dicoba dan dikerjakan.

Untuk Hal Besar Dimulai dari Hal Kecil

Semua orang atau usaha yang sukses tentu tidak serta merta terjadi begitu saja. Semua pasti memiliki perjalanan yang tak sepenuhnya mulus. Rintangan, kendala, liku-liku, dan pasang-surut pasti terjadi. Hanya masa yang membedakan, ada yang lama, ada pula yang singkat. Namun semua pasti dimulai dari hal yang sederhana, dari hal-hal kecil dan bahkan sepele mungkin. Tapi ingat, semua hal besar dimulai dari hal kecil.

Untuk itu, mulailah dengan melakukan hal-hal kecil. Misalnya dengan jual beli barang bekas secara online. Membantu orang tua bekerja dengan mengemas hasil pertanian dan dijual secara online. Bagi yang mempunyai passion pada bidang desain engineering, bisa mencoba inspirasi dari  kisah Arfi’an Fuadi, pemuda yang mengenyam pendidikan menengah kejuruan (SMK) di Salatiga.

Tentunya masih banyak peluang wirausaha yang bisa dimulai pada saat ini. Masa pandemi bukanlah pemutus cita-cita. Kondisi ini bisa dimanfaatkan bagi yang jeli dan mau berusaha. Ini hanyalah takdir Tuhan Yang Maha Esa, supaya kita bisa bersanding mesra dengan keadaan. Semoga wabah Covid-19 segera berakhir, agar cita-cita yang tertunda segera terlaksana. Aamin. (*)

Nanang Nurdiyanto, S.Pd, M.Eng.
Guru Otomotif dan Waka Humas Hubind 
SMK Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah
Apa Tanggapan Anda ?