Advertorial Opini

Hikmah Positif di Balik Pandemi Covid-19

Siedoo, Tidak dapat dipungkiri merebaknya virus Corona (Covid-19) membuat masyarakat dunia prihatin. Dalam upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 diperlukan beberapa tindakan secara bersama-sama juga ketersediaan sarana dan prasarana lainnya. Seperti masker, hand sanitizer, fasilitas rumah sakit seperti ruang isolasi, tenaga medis, dan sebagainya.

Beberapa kebijakan pemerintah diambil guna memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus Corona tersebut. Seperti social distancing hingga physical distancing. Penutupan tempat-tempat wisata, tempat hiburan, dan tempat keramaian lain yang dimungkinkan terjadi kerumunan atau media penularan.

Ujian Nasional Ditiadakan

Kebijakan di bidang pendidikan pun diambil guna mencegah penyebaran dan penularan virus Corona. Yaitu dengan diterbitkannya surat edaran tentang Belajar di Rumah. Di mana siswa mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dari guru di rumah masing-masing secara online.

Pembelajaran dalam jaringan (daring) tersebut bahkan yang semula hanya 14 hari kini diperpanjang hingga bulan April 2020. Selain itu Ujian Nasional (UN) ditiadakan, dan pemantauan daring dilakukan oleh masing-masing sekolah terhadap siswanya.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, sejak 2015 UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan dan seleksi masuk sekolah. Maka dengan berat hati menyampaikan pada tahun ini karena kasus darurat covid-19, pihaknya tidak bisa melakukan pemetaan secara komperehensif.

Nadiem menambahkan, pemerintah bisa menggunakan Programme for International Student Assessment (PISA) yang baru diterima pada Desember 2019 sebagai tolok ukur. Menurut dia, data yang didapat dari PISA lebih akurat karena sudah standar internasional. (genpi.co, 25/3/2020)

Hikmah di Balik Bencana

Semua kejadian dan peristiwa di dunia ini tentu memiliki hikmah yang dapat kita petik. Kita berfikir positif dalam menghadapi wabah virus Corona serta berikhtiar mencegahnya. Hikmah positif pun dapat kita ketahui seperti disimak di beberapa media online atau pun lewat media sosial.

Hikmah yang dapat diambil seperti para guru menjadi lebih mahir membuat dan menyusun materi pembelajaran daring. Para siswa menjadi biasa memanfaatkan smartphone dalam mengerjakan tugas daring.

Para siswa, peneliti dan inovator dari beberapa daerah di tanah air menciptakan hand sanitizer dari berbagai bahan yang murah dan mudah didapatkan. Produk hand sanitizer pun dapat dipasarkan, artinya membuka peluang usaha.

Selain itu, tingginya permintaan masker memunculkan produsen masker secara dadakan. Baik dilakukan siswa SMK atau masyarakat semuanya mampu mengajarkan keterampilan dan membuka lapangan pekerjaan.

Itulah beberapa hikmah yang dapat kita petik dari bencana pandemi Covid-19. Tentu masih banyak lagi hikmah positif yang dapat kita ambil. Intinya wabah pun memberi kita pembelajaran yang bisa jadi belum pernah terfikirkan oleh kita. Dan yang pasti mengingatkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wa Taala. (Siedoo)

Achmad Khoirul Fata, S.Pd

Guru Bahasa Inggris

SMK Muhammadiyah 1 Borobudur

Magelang Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?