Advertorial Teknologi

Physical Distancing Tak Halangi Pelaksanaan Ujian di Sekolah Ini

MAGELANG – Imbauan kepada masyarakat dunia dari World Health Organization (WHO) agar menerapkan social distancing atau menjauhi kerumunan orang, guna mencegah penyebaran virus corona. Bahkan kini WHO mengubah istilah imbauan itu dengan physical distancing, yang artinya menjaga jarak fisik antar manusia. Dengan begitu, imbauan tidak hanya menghindari kerumunan orang, tapi juga menjaga agar tidak berdekatan.

Namun hal itu tidak menghalangi SMK Muhammadiyah Kota Magelang Jawa Tengah untuk melaksanakan Ujian Sekolah (US). Karena kebijakan sekolah mengharuskan siswa belajar di rumah, maka US dilakukan secara online dan siswa mengerjakan dari rumah.

Kebijakan pemerintah terkait penyebaran virus Corona (Covid-19) mengharuskan siswa belajar di rumah. Maka US pun dilaksanakan dengan aplikasi online dari sekolah dan presensi dilakukan melalui swafoto berikut bukti mengerjakan US. Pelaksanaan US online tanggal 19, 20, 23, 24, 26, dan 27 Maret 2020 dengan dipandu tiga proktor dari pihak sekolah.

Ketua Penyelenggara US online, Nunik mengatakan US online diikuti oleh 125 siswa. Tujuan dilaksanakan US online sebagai evaluasi dan sekaligus sebagai inovasi yang dilaksanakan agar kegiatan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran bisa tetap efektif.

“Sehingga waktu belajar dirumah tidak digunakan untuk bermain,” kata Nunik.

Jadwal Tetap Dijalankan

Kepala SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Atiningsih, S.Pd menuturkan social distancing maupun physical distancing tidak menghalangi pelaksanaan Ujian Sekolah yang sudah dijadwalkan. Karena guru harus terus berinovasi sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Kemajuan teknologi harus diiringi dengan kesungguhan agar mampu melahirkan banyak efektivitas dalam segala bidang terutama pendidikan. Tidak terkecuali kegiatan Ujian Sekolah ini,” tuturnya.

Ujian Sekolah online dan berbasis android ini memiliki kekhususan, di mana setiap sesi ada token yang berbeda sehingga kerahasiaan soal tetap terjaga. Alokasi waktu pengerjaan pun jauh lebih singkat guna menghindari kecurangan seperti menyontek.

“Seperti ujian berbasis android pada umumnya, aplikasi Ujian Sekolah online ini bisa dilaksanakan dengan menggunakan koneksi jaringan WiFi atau paket data,” pungkas Atiningsih. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?