Advertorial Daerah Kegiatan

Siswa SMK Muhammadiyah Payaman Praktik Rawat Jenazah Disaksikan Orang Tua

MAGELANG – Usai melakukan Ujian Sekolah Ciri Khusus Ismuba, sebanyak 36 siswa Kelas XII SMK Muhammadiyah Payaman, Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah melakukan praktik merawat jenazah. Praktik tersebut mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyolatkan jenazah, Kamis (12/3/2020).

Uniknya, praktik tersebut tidak hanya disaksikan seluruh guru, namun juga seluruh wali murid yang sengaja dihadirkan hari itu. Hal itu sempat membuat haru para orang tua siswa saat praktik berlangsung. Mulai dari cara memandikan jenazah secara benar dan tertib hingga menyolatkan jenazah.

Kepala SMK Muhammadiyah Payaman Secang Drs. Gunadi mengungkapkan, praktik merawat jenazah tersebut sengaja dipamerkan di hadapan orang tua siswa dengan maksud orang tua mengetahui langsung hasil belajar anak-anaknya. Ternyata para orang tua merasa bangga, pasalnya banyak orang tua belum mampu melakukan hal itu di lingkungannya.

“Diakui para orang tua, kegiatan memandikan jenazah secara benar, mengafani, dan menyolatkan jenazah belum semua orang tua mampu melaksanakan di lingkungannya,” ungkap Gunadi.

Gunadi mengatakan para orang tua menilai pembelajaran merawat jenazah tersebut sangat bagus dan meminta dilanjutkan. Mengingat tidak semua sekolah mengajarkan hal itu hingga siswa mempraktikkan dan mampu mengamalkan.

“Memang tujuan dari pembelajaran merawat jenazah itu nantinya bisa menjadi bekal siswa ketika mereka terjun di masyarakat,” katanya.

Saifudin, orang tua dari Ihsan Maulana salah satu siswa peserta praktik merasa haru dan bangga melihat praktik prosesi merawat jenazah anaknya. Ia mengaku dirinya belum mampu melakukan hal itu di rumahnya.

“Kami sangat terharu sekaligus bangga melihat anak-anak praktik ‘ngulesi’ (merawat) jenazah. Alhamdulillah di sekolah ini diajarkan secara benar hingga anak-anak mampu melakukannya,” ungkap Saifudin.

Bagi Saifudin, baru kali ini dihadirkan di suatu sekolah untuk melihat langsung anak-anak praktik merawat jenazah. Dia mengaku tidak salah menyekolahkan anaknya di SMK Muhammadiyah Payaman.

“Semoga anak saya dan seluruh siswa di sekolah ini kelak menjadi panutan di masyarakat, terutama dalam praktik-praktik beribadah dan bermasyarakat menurut ajaran Islam,” harapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?